
Setelah perjalanan yang cukup jauh, mobil akhirnya tiba di mansion.
Sopir itu membukakan pintu untuk Olivia dengan hormat dan sopan.
Butler dan maid sangat senang melihat Olivia pulang.
"Nyonya Olivia, kami sangat merindukan Anda. Belum lagi Pak Presiden, kami bahkan merasa tidak nyaman tanpa Anda disini," ucap Sebas menyambut Olivia.
Wanita itu tak mengatakan sepatah kata pun, ia tak menyangka Alio ada di sini.
"Mau Pak Presiden dan Tuan muda, menginginkan Anda pulang. Tolong jangan pergi lagi!" lanjut Sebas
Olivia merasa Sebas tak tahu bahwa ia diusir dari mansion oleh Alio.
Meskipun Alio marah dan ia tak bersungguh-sungguh mengusir Olivia, apa yang pria itu katakan masih menyakiti hati Olivia.
Bahkan untuk saat ini ... Olivia tak memiliki kesempatan untuk kembali ke mansion.
"Apakah Tuan muda ada di lantai atas?" tanya Olivia.
"Iya, Nyonya," jawab Sebas sambil mengangguk.
"Karena Pak Presiden bilang Tuan muda tidak boleh meninggalkan mansion, Tuan muda menjadi stres dan menolak untuk makan apa pun, bahkan Tuan muda tidak minum air."
"Kenapa anak itu bisa sangat keras kepala? Sekarang sudah jam 8, anak itu pasti merasa kelaparan, bagaimana keadaannya karena tidak makan apapun hari ini?" ucap Olivia bertanya-tanya.
Olivia meletakkan hadiah dasi di atas meja dan langsung menuju ke kamar Olvi.
Dari kejauhan Olivia mendengar dan melihat seorang maid membujuk Olvi sambil berdiri di depan pintu kamar anak itu.
__ADS_1
"Tuan muda, setidaknya makanlah sesuatu."
"Aku tidak mau makan!"
"Bukankah Tuan muda paling suka dessert ini? lihatlah ini sangat enak! Anda pasti akan menyukainya."
"Tidak! Aku tetap tidak akan menyerah! "
"Bagaimana dengan buah dan susu?"
"Tidak! Aku tidak mau makan apa pun!"
Olvi kehilangan kesabaran dan meminta maid itu pergi.
Maid itu akhirnya menyerah, ia berbalik dan melihat Olivia. "Syukurlah, Anda sudah pulang, Nyonya."
Olivia tersenyum. "Berikan makanannya padaku, aku akan mengurusnya."
Olivia berjalan ke kamar putranya, Olvi mengira itu adalah maid lagi. "Anda pergi saja sana! Aku tidak akan makan apapun! Aku hanya ingin makan sesuatu yang dimasak Mama untukku!"
Melihat punggung putranya, Olivia merasakan sakit di hatinya, air matanya tak terasa menetes membasahi pipinya.
Ketika Angela Scarlett masuk dan menjadi ibu tirinya Olvi, Olivia tak ingin putranya disakiti.
"Kenapa Anda masih belum pergi? Aku sudah meminta Anda pergi!" ucap Olvi dengan nada marah.
Karena Olvi tak mendengar apa-apa, jadi anak itu berbalik dan melihat seseorang yang ia rindukan sedang berdiri di sana.
"Bangunlah jika kamu ingin makan! Kamu tidak bisa memakannya dalam mimpimu," ucap Olivia.
__ADS_1
Olvi pikir ia sedang berhalusinasi, anak itu langsung duduk saat melihat Olivia.
"Mama!" seru Olvi tak bisa menahan tangis.
Ekspresi sedih di wajah putranya memang menyakiti hati Olivia, wanita itu langsung memeluk dan menggendong putranya
"Kamu lapar, kan?" tanya Olivia pada putranya.
"Iya, aku sangat lapar," jawab Olvi mengangguk.
"Jangan seperti ini lagi, kamu membutuhkan makanan untuk tumbuh besar."
"Semua ini karena Papa sangat menyebalkan," gerutu Olvi.
Olivia berjalan ke lantai bawah sambil menggendong putranya.
Sebas sudah menyiapkan meja untuk makan malam, Olvi ingin memakan ayam yang dimasak Olivia.
Olivia tentu akan memasak untuk putrannya.
Saat Olivia berjalan ke dapur, ia menyadari tempat itu terlalu besar dibandingkan dengan dapur apartemennya sendiri.
Olivia mengenakan celemek dan mulai memasak, Olvi mengikuti wanita itu setiap saat sambil membawa piringnya.
Olivia meminta putranya untuk menunggu di meja makan, tapi anak itu menolak.
- Bersambung -
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~