
"Ah? Eh? Ada apa?" tanya Olivia berbalik seolah tak terjadi apa-apa.
Alio mengamati wajah Olivia sebentar lalu berdiri dari sofa. "Aku punya urusan yang penting untuk memanggilmu besok malam, jadi bersiaplah untuk itu!"
...—oOo—...
Urusan yang penting apa itu? Tapi besok adalah hari ulang tahunnya, mungkin Alio ingin dia dan putranya merayakannya bersama.
Olivia turun dan kembali bekerja, namun … dari waktu ke waktu, ia menjadi tak fokus.
Sambil mengikuti Menteri Keuangan dan pejabat senior lainnya di auditorium, Olivia tak pernah melihat Alio atau Angela Scarlett lagi.
Saat istirahat, Olivia menyelinap keluar dari auditorium untuk mencari udara segar dan kemudian tak sengaja bertemu dengan Yuta.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu baik-baik saja? Sudah sembuh dari sakit?" tanya Yuta membawakan Olivia segelas jus.
Olivia mengangguk. "Ya, saya baik-baik saja sekarang. Terima kasih banyak untuk hari itu."
"Kamu terlalu formal padaku," ucap Yuta sambil tersenyum.
Mereka berdua bersandar di dinding koridor, menyaksikan para maid dan butler berjalan mondar-mandir dengan terburu-buru, pemandangan yang ramai untuk dilihat.
__ADS_1
Namun, hanya ada keheningan yang canggung di antara mereka berdua, Yuta punya banyak hal untuk dikatakan, tapi ia tak tahu harus mulai dari mana.
Ketika Olivia menghabiskan jusnya dan hendak kembali ke auditorium, Yuta tiba-tiba berbicara dengan suara pelan. "Nona Scarlett juga ada disini, apakah kamu tahu?"
Olivia menjadi sedikit cemas, tapi ia pura-pura tak tahu. "Nona Scarlett yang mana?"
"Tepat di auditorium, Nona Scarlett berdansa dengan Pak Presiden … itu menakjubkan," jawab Yuta sambil menatap Olivia. "Seluruh hadirin bertepuk tangan dan mengatakan kalau mereka sangat cocok."
"..." Olivia terdiam dan merasa jus di mulutnya terasa sangat pahit.
Setelah beberapa saat, Olivia mendongak dan tersenyum pada Yuta. "Sayang sekali, mereka memang cocok."
Mata Yuta menjadi gelap. "Di masa depan ... kamu akan lebih sering menonton pertunjukan seperti itu. Kamu tahu kan apa maksudku?"
Senyum di wajah Olivia tak memudar, ia meletakkan gelas dengan pelan di atas nampan yang dibawa oleh butler dan berkata. "Aku harus pergi sekarang, di dalam sangat sibuk dan aku hanya mendapat 5 menit untuk beristirahat, kamu juga bisa melanjutkan apa yang sedang kamu lakukan sekarang."
Emosi rumit muncul di mata Yuta, melihat Olivia berbalik, Yuta ingin mengatakan sesuatu yang lain tapi gagal.
Yuta hanya tak ingin Olivia jadi terlalu berharap pada Pak Presiden dan pada akhirnya Olivia hanya akan membuat hatinya sendiri hancur berkeping-keping.
Tapi sekarang, apakah Yuta memenuhi syarat untuk memberi Olivia saran?
__ADS_1
...—oOo—...
Itu adalah malam yang sibuk dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk Olivia.
Setelah tahap magang, Olivia sudah siap untuk menjadi anggota resmi.
Tapi malam ini sangat sulit baginya.
Dan Olivia tak tahu kenapa ia merasa begitu.
Olivia merasa dadanya sesak sampai ia keluar dari auditorium.
Sambil berdiri di tengah angin malam yang dingin, pikiran suram masih melekat di kepala wanita itu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~