
Itu tidak mungkin!
Oliver Stein tak bisa mempercayai matanya, tapi adegan ini otentik, terutama cara Presiden memandang putrinya, Olivia tampak istimewa bagi pria itu.
...—oOo—...
Setelah bertemu dengan ayahnya, Olivia merasa jauh lebih baik.
Setelah mereka meninggalkan area bangsal isolasi, Olivia melepas masker dan pakaian pelindungnya. Setelah itu, seorang anggota staf membawanya ke ruang cctv.
Saat Olivia sampai, neneknya dan yang lain menghampirinya dengan berbagai macam ekspresi.
Terutama Yuta...
Mata pria itu sangat dalam dan suram.
Olivia dengan sengaja mengabaikan Yuta dan langsung pergi menghampiri neneknya.
"Nenek, jangan khawatir! Kondisi Ayah baik-baik saja. Selain itu, Pak presiden bilang obat dan pengobatan akan segera di produksi, nanti Ayah akan segera sembuh."
"Itu bagus!" balas wanita tua itu mengangguk dengan percaya.
__ADS_1
"Olivia, kamu jangan membuang-buang waktumu untuk menggoda Pak Presiden! Seorang wanita yang belum menikah tapi sudah mempunyai anak sepertimu berbeda dengan gadis biasa, kau bisa berhubungan dengan pria manapun yang kau suka. Tapi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui masa lalumu," ucap Jesi dengan sarkas.
Olivia langsung menyadari apa yang sedang terjadi sekarang.
Ada begitu banyak cctv di bangsal itu dan jelas … mereka pasti sudah menyaksikan semuanya.
Mereka tak hanya tahu kalau Alio peduli pada Olivia melalui cctv, tapi mereka juga mengamati dengan seksama.
Olivia tahu apa tujuan Jesi, lalu ia tersenyum lebih cerah. "Ngomong-ngomong jika membahas hal ini, Anda jauh lebih berpengalaman daripada saya, kan? Ayahku tahu segalanya tentang masa lalu Anda, tapi Ayahku masih berada di tangan Anda, kan?"
"Kau!"
Jesi merasa tak senang, ia tak menyangka Olivia mengungkit masa lalunya.
Sang mertuanya itu sudah lama tak puas dengan pernikahan kedua Oliver Stein, jadi selama beberapa tahun ini, Jesi bersikap sopan dan perhatian dengan omong kosongnya pada wanita tua itu.
Lalu, ketegangan di antara menantu dan mertua itu akhirnya sedikit mereda.
Sekarang, Olivia mengungkit masa lalu Jesi lagi, mertuanya itu tentu saja tak senang.
Jesi ingin membantah tuduhan Olivia, tapi seseorang tiba-tiba mendorong pintu dari luar hingga terbuka.
__ADS_1
Ketika mereka semua menoleh ke arah pintu, semua orang tampak terkejut.
Alio berdiri di ambang pintu seperti seorang selebriti, bahkan tanpa melakukan apa-apa, tatapan matanya sudah membuat mereka sulit bernapas.
Seolah-olah mereka akan langsung tunduk kepada pria itu.
"Pak Presiden."
Yuta adalah orang pertama yang memecahkan keheningan, pria itu maju selangkah ke depan dan memberi hormat pada Alio dengan sopan.
Alio mengangguk menanggapi Yuta dan kemudian pria itu memberi isyarat kepada Arnold dan yang lainnya untuk berhenti di belakangnya, sementara Alio sendiri masuk dan berjabatan tangan dengan Nenek Olivia.
"Anda bisa tenang sekarang, karena walikota Stein akan segera keluar dari rumah sakit."
"Pak, kami bisa tenang karena Anda yang mengatakan itu. Terima kasih banyak atas perhatian Anda," ucap nenek Olivia membalas jabatan tangan Alio.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~