Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 26


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan? Bisakah kamu menolongku?" lirih Olivia dengan suara yang bergetar.


"Semua ini terjadi karena kesalahanmu sendiri!" balas Alio yang terlihat tak peduli dan tak mau menolong Olivia.


"..."


Sial! Pria ini bahkan tidak mau menolong dan hanya diam saja di situasi seperti ini! batin Olivia sangat kesal.


Olivia menggigit bibir bawahnya lalu dengan hati-hati bertanya. "A-apakah aku ... bo-boleh menarik resletingmu?"


Setelah mendengar itu, Alio tampak sangat terkejut dengan keberanian Olivia. "Coba saja kalau kau berani!" mata pria itu melotot menyiratkan peringatan.


"Terus, apa yang harus aku lakukan? Kau saja tidak mau menolong!" protes Olivia yang sudah sangat kesal pada Alio.


Olivia tak bisa berlama-lama dalam posisi yang sangat memalukan ini dan merusak harga dirinya!


"Cepatlah! Aku mulai lelah," desak Alio dengan nada malas.


Mendengar desakan Alio, Olivia pun segera menutup matanya dan jari-jarinya yang ramping mulai menyentuh resleting celana pria itu.


Namun hasilnya...


Alio mendengus, lalu berkata dengan dingin. "Olivia, menurutmu ... apa yang sudah kau sentuh itu!?"


"Ma-maafkan aku! Aku menutup mataku, jadi aku tidak bisa melihat apa-apa," jelas Olivia langsung menarik tangannya yang gemetaran karena ia pikir kalau ia sudah salah sentuh.

__ADS_1


Lalu, Olivia melanjutkan perkataannya sambil berbisik. "Makanya, seharusnya kamu membantuku saat aku meminta tolong."


"Sekarang kau mengeluh?"


"Ti-tidak!" bantah Olivia lalu menggerakkan tangannya lagi, tapi kali ini ... sepertinya ia menyentuh tangan pria itu?


Olivia pun membuka matanya dan melihat kalau saat ini Alio sedang menatapnya tajam.


Padahal, Alio sangat enggan menurunkan resletingnya.


Tapi, kalau ia terus membiarkan Olivia yang melakukannya, cepat atau lambat ia akan kehilangan kendali!


Alio menarik resletingnya, sedangkan Olivia menundukkan kepalanya sambil mencoba menarik rambutnya.


Lalu, wajah Olivia pun memerah ... karena ia teringat kembali dengan malam panas lima tahun yang lalu!


"Apakah kau sudah puas melihatnya?" tanya Alio dengan suara khasnya yang dingin dan juga rendah.


Astaga! batin Olivia langsung memalingkan wajahnya dan berpura-pura batuk. "A-aku tidak melihat apa-apa!"


Alio pun tersenyum penuh arti. "Ya, kau tidak melihat apa-apa, tapi kau tadi menatapnya, kan?"


Mendengar itu, Olivia merasa sangat malu, ia benar-benar ingin menghilang dari permukaan bumi ini sekarang!


Untungnya, Olivia bisa melepaskan rambutnya yang tersangkut di resleting celana pria itu.

__ADS_1


Lalu, Olivia pun bangun dengan terburu-buru dari tubuh Alio dan kabur meninggalkan pria itu di perpustakaan sendirian!


Bahkan, Olivia sampai lupa membawa buku yang terjatuh di lantai.


Tak lama setelah itu, Alio pun duduk dan menatap kepergian Olivia dengan nafasnya yang tak beraturan.


Sial! Wanita itu ... apakah dia benar-benar tidak sengaja terjatuh dan bukan bermaksud untuk menggodaku!? batin Alio kesal bukan main.


...—oOo—...


Olivia kembali ke kamarnya dengan jantung yang berdebar kencang. Lalu, ia pun pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.


Olivia menatap pantulan dirinya di cermin, terlihat pipinya merah merona saat teringat dengan kejadian tadi.


"Argh! Sangat memalukan! Pria itu pasti berpikir kalau aku ini adalah wanita mesum!" jerit Olivia sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2