Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 369


__ADS_3

Sendirian menghadapi begitu banyak kritik dari media dan para pengguna internet seperti banjir yang meluap, apakah Alio juga merasa takut dan panik seperti orang biasa?


Olivia menundukkan kepala, melihat handphone yang berada di tangannya, ia menghela nafas, lalu menyimpan handphonenya kembali ke saku.


Apartemennya sedang di renovasi, jadi malam ini Olivia tak bisa tinggal di sana.


Olivia dengan cepat membawa beberapa barang, juga mengambil jaket yang sebelumnya dibelikan untuk Olvi ke apartemen Rena.


Selama beberapa hari ini, Olivia hanya bisa menginap di apartemen Rena bersama putranya.


...—oOo—...


Di malam hari.


Olivia baru saja mandi dengan Olvi dan membujuk anak itu untuk mengerjakan Pr-nya.


Sementara Olivia dan Rena duduk di sofa dan menonton TV.


Di TV, berita-berita tentang skandal Olivia dan Alio mengisi layar. Rena khawatir Olivia merasa terganggu dan ingin mengganti saluran, tetapi tak peduli Rena mengganti ke mana pun, ia tetap tak bisa menghindari berita scandal itu.

__ADS_1


Namun, berita itu juga tak memiliki banyak substansi. Di satu sisi, mereka melaporkan kasus scandal di dalam bus, sementara di sisi lain, mereka terus-menerus membahas pencapaian yang Alio raih selama masa jabatannya, membuat liputan khusus tentang prestasi dan kegagalannya.


Olivia mencondongkan tubuhnya, bersandar di bahu Rena.


Rena menundukkan kepala dan melihat sahabatnya dengan penuh perhatian. "Khawatir?"


Olivia tak menjawab, tak mengkonfirmasi atau membantah.


Rena menghela nafas. Memang benar, perbedaan status tidaklah nyaman. Posisi yang terlalu tinggi bukanlah hal yang baik. Terkadang, bahkan menyampaikan kepedulian pun menjadi hal yang sulit dijangkau.


Tapi, di antara orang-orang biasa, itu adalah hal yang sangat wajar.


Rena berencana untuk mematikan televisi, tapi pada saat itu, handphone Olivia tiba-tiba berdering.


Di malam hari, suara dering tersebut terdengar sangat jelas. Keduanya terkejut sejenak, Olivia melirik Rena, dan kemudian dengan cepat mengeluarkan handphone dari saku.


Apakah itu telpon dari Alio? Ini adalah pertama kalinya Olivia berharap bahwa Alio bisa meneleponnya dalam situasi seperti ini. Meskipun tak dapat bertemu, tak dapat berbicara, hanya mendengarkan suara napas pria itu sudah cukup baginya!


...—oOo—...

__ADS_1


Sementara disisi lain, kediaman keluarga Stein.


Jesi dan Julia—ibu dan anak, sedang berada di depan laptop, Julia sedang membaca artikel dan Jesi mendengarkan dengan seksama


"Ma, wanita misterius di dalam scandal ini, pasti itu Olivia!" saat menyebut Olivia, Julia merasa sangat kesal. "Sekarang semua orang penasaran dengan identitas Olivia, kenapa kita nggak langsung ungkapin aja! Begitu Olivia terbongkar, liat aja dia bisa sombong sampai kapan! Mungkin—"


Julia berhenti sebentar, tatapan matanya menjadi lebih licik. "Mungkin kali ini Presiden Alio akan diimpeach gara-gara ini, kalau gitu, kita bisa balas dendam atas semua penderitaan yang kita alami sekarang!"


Jesi bertanya. "Tapi, hanya karena hal kecil ini, apakah cukup untuk mengguncang Presiden? Kalau Presiden tahu kita yang melakukannya, pasti kita akan lebih menderita!"


"Jadi kita harus terus menerima semua ini tanpa melawan?" jawab Julia merasa tak rela di dalam hatinya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2