
"Tidak perlu, kamu makan saja semuanya, untukmu,'' ucap Olivia dengan lembut juga, memberikan semua ayam pada anak itu.
Sebenarnya, Olivia lapar tapi sekarang ia tak nafsu makan, karena sekarang ia bingung.
Apa yang baru saja dikatakan Alio memenuhi pikirannya.
Memohon untuk naik ke ranjangnya ... Apakah pria itu serius? Olivia menggigit sendoknya dan melirik Alio.
Olivia tak bodoh hanya karena pengalaman sebelumnya, ia pikir Alio mungkin benar-benar tertarik pada tubuhnya.
Jujur saja, Alio adalah seorang Presiden. Pria itu adalah Presiden termuda, paling populer dan juga yang paling tampan ... Jika Alio ingin tidur dengan wanita pasti ada banyak yang memintanya untuk tidur dengan mereka.
Media juga melakukan penelitian dan hasilnya ternyata Alio adalah pria yang paling ingin ditiduri wanita.
Olivia masih perawan sebelum tidur dengan Alio dan dengan melakukannya lagi ia bisa membawa Olvi pergi.
Berpikir seperti itu membuat Olivia merasa lebih baik.
Olivia menatap putranya, Olvi sedang makan ayam, sepertinya anak itu bisa merasakan tatapan Olivia, anak itu mendongak dan tersenyum pada Olivia. "Mama! Mama adalah chef yang hebat! Apakah Mama bisa terus memasakkannya untukku?"
Kata-kata Olvi mengenai hati Olivia, wanita itu mengangguk seolah-olah sudah memutuskan. "Oke, apa pun yang kamu inginkan, Mama bisa memasak untuk kamu selamanya. "
Olvi meletakkan sendok dan garpu lalu berkata dengan serius. "Janji jari kelingking, Mama baru saja mengatakan kalau Mama akan memasak untukku selamanya, jangan tinggalkan aku sendirian lagi! "
Mata Olivia menjadi berkaca-kaca.
__ADS_1
"Mama berjanji, apapun yang terjadi ... Mama tidak akan meninggalkan kamu sendirian."
Kata-kata itu tak diucapkan dengan suara pelan.
Alio menatap mereka.
Olivia bisa merasakan tatapan Alio yang membara, tapi ia tak berani menatap pria itu.
Alio tak mengatakan apa-apa saat makan malam, pria itu selalu bisa menyembunyikannya dengan baik sehingga Olivia tak tahu apa yang pria itu pikirkan.
Alio menghabiskan makanannya lebih cepat dari mereka dan berjalan keluar dari ruang makan.
Seluruh ruangan kembali hidup saat Alio melangkah keluar, Olvi merasa tenang, lalu mengawasi Alio naik ke lantai atas. "Mama, apakah Mama membuat Papa marah?"
"Mama tidak tahu," jawab Olivia lalu menghela nafas.
Olivia melihat bahwa dasi itu sudah hilang, ia bertanya kepada maid dan ia tahu Alio sudah mengambilnya.
Olvi mengikuti Olivia setiap waktu, anak itu ingin Olivia membantunya mencuci wajahnya.
Setelah itu, Olvi memohon pada Olivia untuk membaca cerita, anak itu tak akan membiarkan Olivia pergi.
Olivia tak bisa mengatakan 'tidak' kepada putranya dan wanita itu hampir tertidur setelah ia membacakan cerita kepada Olvi.
Olivia meletakkan selimut di atas putranya dan berjalan keluar.
__ADS_1
Wanita itu berdiri di luar kamar dan tak tahu harus pergi ke mana.
Tanpa sadar, ia memandangi kamar Alio. Entah kenapa ia merasakan jantungnya berdebar kencang.
Setelah mempertimbangkan, Olivia pergi ke kamarnya sendiri dan mandi.
Segala sesuatu di kamarnya tak ada yang berubah meski sudah di tinggalkan beberapa hari.
Olivia membuka lemari dan menemukan piyamanya.
Semua piyama Olivia suka, wanita itu menghabiskan beberapa saat mencari pakaian dalam dan piyama yang cocok.
Olivia masih gugup memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia tak pernah berpikir Alio dan dirinya bisa memiliki hubungan semacam ini.
Mungkin karena cemas atau tak tahu bagaimana menghadapinya, mandinya membutuhkan waktu hampir satu jam.
Olivia akhirnya keluar dari kamar mandi sampai kulitnya yang putih berubah menjadi pucat.
Sekarang hampir tengah malam saat Olivia selesai mengeringkan rambutnya.
Mungkin Alio sudah tertidur.
— Bersambung —
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~