Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 122


__ADS_3

Karena kesal, Olivia juga tak menyadarinya.


Pria ini benar-benar jahat! Dia bahkan tak tahu cara menyerahkan tisu dengan lembut.


Olivia mengambil tisu itu dengan marah dan terisak. "Jika aku tahu kau sangat amat membenciku sebelumnya, aku seharusnya tidak merawatmu saat kamu terluka."


Alio mengerutkan kening dan melirik ke arah wanita itu. "Apakah kau merasa tersiksa dan menyesal?"


"Bukankah aku yang seharusnya merasa dirugikan?" Olivia melototi Alio dengan mata merah.


"Kamu ingin aku melahirkan anak untukmu dan aku harus melakukan itu, meskipun aku dihina. Kau ingin menyerangku secara seksual dan aku tidak pernah diizinkan untuk menolaknya. Apalagi sekarang, kau memaksaku masuk ke mobilmu, tapi barusan saat aku baru masuk ke dalam mobilmu, kau meneriakiku dengan sangat galak."


Semakin Olivia berkata, semakin ia merasa dirugikan dan suaranya tercekat karena emosi. "Untuk apa kau menjemputku? Kamu menganggapku apa? Aku seorang manusia bukan hewan peliharaanmu!"


Hewan peliharaan?


Alio mendengus. "Jika aku memiliki hewan peliharaan sepertimu yang sangat bodoh dan tidak patuh, aku sendiri yang akan membunuhnya dan memasaknya!"


"…" Olivia terdiam. Pria ini!


Olivia tak menyadari kalau Alio sangat menjengkelkan!


Saat Olivia masih ingin mengatakan sesuatu lagi, Alio tiba-tiba berkata. "Alasanku meneriakimu bukan karena aku tidak ingin kau masuk ke dalam mobilku."

__ADS_1


Suara pria itu menjadi jauh lebih lembut.


"Jangan berpura-pura lagi, aku tahu itu." Olivia tak percaya.


"Jadi aku bilang kamu bodoh!" lanjut Alio.


"..." Olivia terlalu kesal untuk mengatakan apapun, sambil menarik nafas dalam-dalam, wanita itu mencoba untuk bersabar dan bertanya. "Jika bukan karena kamu tidak ingin aku masuk ke dalam mobil, lalu kenapa kamu berteriak padaku?"


"Karena kau wanita bodoh...," ucap Alio tak menyelesaikan seluruh kalimatnya.


Pria itu tiba-tiba berhenti dan memalingkan kepalanya, ia melihat Olivia juga sedang menatapnya.


Alio sedikit malu dan tak melanjutkan perkataannya.


"Karena apa?" tanya Olivia.


"Katakan padaku!" desak Olivia.


"Kau sangat menyebalkan!" balas Alio marah.


"Kamu tidak tahu bagaimana membuat alasan, aku tahu itu!" sahut Olivia tampak seperti tahu kalau pria itu berbohong.


Alio tak tahan lagi. "Aku berteriak padamu karena kau sangat bodoh sampai-sampai kau menggunakan tubuhmu untuk menghentikan mobilku! Apakah kau tahu bahwa jika aku tak sengaja menginjak pedal gas, kau pasti sudah mati!" jelasnya.

__ADS_1


Pria itu bahkan merasa sangat marah saat mengingat momen berbahaya yang tak disadari Olivia. Alio melotot ke arah wanita itu. "Kau sangat bodoh!"


"..." Olivia tercengang dengan perkataan Alio yang marah dan menjadi bingung sesaat.


Jadi ternyata Olivia salah paham pada Alio?


Selama beberapa detik, Olivia menyeka air matanya dalam diam dan berhenti melototi pria itu.


Aneh, Olivia tak merasa marah saat Alio menyebutnya 'kau sangat bodoh!'


Bahkan, kemarahan dan keluhan Olivia entah bagaimana tiba-tiba menghilang.


Pertengkaran mereka berhenti. Sebaliknya, mereka berdua jauh lebih tenang sekarang.


Namun, tak ada satupun dari mereka mencoba memulai percakapan dari inisiatif mereka sendiri.


Suasana di dalam mobil terasa canggung, Alio terus mengemudi dengan tenang, sementara Olivia mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2