
Sabtu sore.
Olivia membantu Olvi mengenakan pakaian berkuda lalu memberikannya sebuah driving whip.
"Hari ini Om Arnold yang akan menemanimu ke peternakan kuda, jangan naik kuda terlalu lama, ya!'' ucap Olivia sambil berjongkok lalu mencium pipi putranya.
Olivia tak bisa menemani Olvi karena hari senin ada penilaian resmi yang sangat penting, ia harus fokus dengan masalah pekerjaannya dan tak boleh gentar sama sekali.
"Aku tahu mama sibuk, aku bisa menjaga diriku sendiri jadi jangan khawatir!" Olvi melambai dan mengikuti Arnold ke mobil, tapi ia juga tak lupa membalas ciuman sang ibu.
Tak lama kemudian, Sebas mengangkat telepon lalu berjalan dengan cepat ke arah Olivia.
“Nyonya Olivia, mansion ini akan kedatangan tamu yang sangat penting. Jadi, Anda diminta untuk naik ke atas sekarang! Jika ada sesuatu yang penting, Anda bisa membunyikan bel di kamar dan kami akan segera datang ke kamar Anda." Sebas berkata dengan wajah serius.
"Tamu penting? Aku belum pernah melihat tamu datang kesini sebelumnya," balas Olivia tampak penasaran.
Sejak Olivia pindah ke mansion ini, baru kali ini ia mendapat kabar akan kedatangan tamu penting.
Olivia pikir Alio bukanlah tipe orang yang akan membawa tamu penting ke kediaman pribadinya.
"Hari ini, Tuan akan bertemu dengan putri Wakil Presiden dan kemungkinan besar dia akan menjadi istri presiden di masa depan. Jadi Nona Olivia, tolong maafkan saya." Sebas menjelaskan.
__ADS_1
Olivia mengangguk mengerti, ia berbalik untuk naik ke atas dan tak mengatakan apa-apa lagi.
Sambil menaiki tangga Olivia membisikkan gumaman dan tersenyum. "Calon istri Presiden di masa depan…"
Olivia bertekad tak akan turun untuk mengganggu dan meyakinkan dirinya untuk tetap beristirahat di atas.
Setelah sampai di atas, Olivia langsung membuka dan membaca sebuah buku dengan serius.
Namun, entah kenapa ada yang selalu mengganggu pikirannya.
Dia ingin tahu seperti apa rupa calon istri Presiden di masa depan?
Ya, dalam dirinya pasti penasaran karena calon istri Presiden di masa depan akan menjadi ibu tiri dari putranya.
Saat ini, Olivia hanya mendengar suara deru mobil datang dari lantai bawah, ia hampir menjatuhkan bukunya saat bergegas melihat ke arah luar jendela.
Sekilas Olivia melihat dan langsung tahu, kalau mobil Alio adalah yang ketiga dari deretan banyak mobil.
Mobil berhenti, para bodyguard yang terlatih memimpin untuk keluar dari dalam mobil.
Kemudian…
__ADS_1
Bayangan halus muncul di mata Olivia.
Wanita itu memiliki sosok cantik dan anggun, ia mengenakan gaun kuning muda dan ketika angin bertiup pada gaun itu, dia terlihat sangat cantik.
Wanita itu dan Alio berjalan berdampingan, dia mendongak untuk berbicara sesuatu dengan Alio, sementara ekspresi pria di sampingnya tetap tenang dan sopan, sesekali Alio mengangguk sebagai jawaban.
Adegan yang sangat menarik antara pria tampan dan wanita cantik, mereka sangat serasi dan sempurna.
Olivia mengalihkan pandangannya karena malu, ia segera menutup jendela. Itu bukan dunianya, lebih baik tak terlalu memperhatikan mereka.
"Oh, siapa dia?"
Saat jendela hampir tertutup, wanita muda itu langsung bertanya di bawah.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~