
Ayah Alio terlihat sangat marah, sedangkan orang yang bersangkutan tampak tenang dan tak tergoyahkan, malahan Alio membungkuk dengan santai mengambil koran satu per satu tanpa tergesa-gesa. "Anda juga pernah muda dulu. ***, apa kesalahannya?"
"Kau lebih muda! Beraninya kau mengatakan hal seperti itu!" marah Ayah Alio semakin tak terkendali sambil menunjuk ke arah putranya. "Kau begitu nafsu dan berbuat sembrono! *** sampai harus melakukannya di bus? Benar-benar ... merusak moral!"
Alio duduk di sofa di samping ayahnya dan dengan tenang menatap pria tua itu. "Anda mengajari saya sejak saya masih kecil, untuk berani mengambil risiko dan memiliki kepribadian."
Ayah Alio tahu temperamen putranya, hanya dengan beberapa kata bisa membuatnya marah.
Pria tua itu benar-benar tak berdaya dan tak punya pilihan, dengan tangannya ia mengambil sebuah kotak pena di atas meja dan melemparkannya ke arah putranya.
Alio tak bergerak, ujung kotak pena hanya melintasi samping wajahnya, untungnya hanya menggores kulitnya sedikit, hingga mengeluarkan beberapa tetes darah, tapi ia tak mengeluh.
Alio hanya menatap ayahnya dengan serius. "Anda jangan khawatir dengan masalah ini, saya mengerti resikonya."
"Kau mengerti resikonya! Aku pikir kau sama sekali tidak mengerti resikonya!" ucap ayah Alio dengan ekspresi dingin dan tegas, "Kau hampir bertunangan dengan Nona Scarlett, tapi kau masih terlibat dengan wanita lain yang tidak jelas, ini adalah tanda bahwa kau tidak mengerti resikonya?!"
__ADS_1
"Dia bukan wanita lain, wanita itu adalah ibu kandung dari cucu Anda."
Pria tua itu sedikit terkejut, sepertinya ia tak mengira itu adalah ibu kandung dari cucunya.
Seorang wanita yang bisa melahirkan anak yang begitu cerdas dan tampan seperti Olvi dan berhasil mendidik anak itu dengan baik, sebenarnya ayah Alio juga sangat penasaran dan ingin bertemu dengan wanita itu, setidaknya ia harus mengungkapkan rasa terima kasih.
Namun sekarang, terlibat dalam scandal sebesar itu, pria tua itu punya rencana lain di benaknya.
Ayah Alio mendengus dengan dingin. "Aku tidak peduli siapa pun dia, kau harus menjauh darinya! Wanita itu sudah mengambil uang jutaan dolar sebagai imbalannya! Berarti wanita itu sudah menjual diri dan harga dirinya sendiri. Wanita yang rela melakukan segalanya demi uang, kenapa kau masih mau berhubungan dengan dia?!"
Alio tak menjelaskan, tapi hanya berkata dengan nada dingin. "Apa ada yang ingin ayah katakan lagi selain itu? Katakan semuanya dan aku akan pergi setelah mendengarkan."
"Apa-apaan sikapmu itu!" pekik pria tua itu dengan marah yang meluap-luap. "Dengar baik-baik, tadi Dion Scarlett menelpon, jika kamu masih ingin menyelamatkan pamanmu, acara pertunangan ini akan langsung menjadi pesta pernikahan! Aku tidak peduli apakah kamu setuju atau tidak, keputusan ini sudah final, besok kita langsung ketemu sama keluarga pihak wanita!"
"Baiklah, asal Anda senang."
__ADS_1
Alio tiba-tiba menyetujuinya tanpa ragu dan membuat pria tua itu sedikit terkejut.
Pernikahan berbeda dengan pertunangan, tak mengherankan jika Alio setuju untuk bertunangan sebelumnya.
Namun, pria tua itu tak menyangka bahwa Alio akan dengan begitu mudahnya setuju dengan pernikahan.
- Bersambung -
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1