
Lucas membawa Olivia menjauh dari tempat sebelumnya. Olivia berbicara dengan Olvi melalui telepon dan suara anak itu membuatnya merasa lebih baik.
Namun, setengah perjalanan, Lucas tiba-tiba menginjak rem.
Mobil mereka dihentikan oleh polisi lalu lintas.
"Apakah ini pemeriksaan surat-surat?" tanya Olivia, "Kamu harus menunjukkan semua surat dan SIM yang kamu miliki."
Lucas menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. "Surat-surat?" ucapnya remeh. ""Dengan wajahku saja semua surat-surat itu tidak penting."
Biasanya semua orang penting hanya memerlukan wajah untuk mengidentifikasi.
Olivia tersenyum dan menutup teleponnya dengan Olvi sebelum membalas. "Seringkali aku mendengar bahwa pejabat hanya perlu menunjukkan wajah mereka untuk dapat berkendara dengan bebas. Aku merasa terhormat bisa melihatnya sendiri."
"Kau bisa melihatnya sekarang," ucap Lucas menurunkan jendela mobil tanpa turun.
Polisi lalu lintas datang mendekat dan Lucas bangga memamerkan wajah tampannya. "Surat-surat? Saya rasa saya tidak memerlukannya. Sekadar melihat wajah saya sudah cukup untuk mengidentifikasi saya, kan? Tapi jangan terlalu lama memandang saya, nanti bisa kecanduan," tambahnya dengan senyum sombong.
Olivia takjub dengan kepercayaan diri yang dimiliki Lucas. Ijinnya benar-benar gila! Kepercayaan diri yang cukup tinggi sampai menembus awan!
__ADS_1
Olivia menatap keluar jendela dan menyatakan. "Sepertinya identifikasi wajahmu tidak berhasil kali ini, Lucas."
"Bagaimana bisa begitu?" tanya Lucas dengan heran.
Polisi lalu lintas wanita terlihat bingung dan kemudian menyadari tugas mereka yang seharusnya dilakukan.
"Tuan muda Kedua, tolong tunjukkan surat-surat Anda!" ucap polisi lalu lintas wanita itu.
Lucas mengerutkan kening, sedangkan Olivia tak bisa menahan tawa. "Sepertinya identifikasi wajahmu benar-benar tidak berhasil."
Lucas merespons dengan cemas. "Lihatlah wajah tampanku yang ada di sini, aku tidak memerlukan surat-surat dan surat-suratnya tidak ada di sini."
Pria itu merasa kesal karena surat-surat itu dan tak tahu di mana ia meletakkannya.
"Maafkan kami, Tuan muda Kedua, kami hanya menjalankan tugas kami. Tolong jangan membuat ini menjadi lebih sulit!" Polisi tersebut mengucapkan lagi dengan tegas.
Meskipun Lucas gila, ia tak biasa menggertak wanita. Lucas berpikir ia hanya kurang beruntung sekarang, pria itu mendorong pintu mobil dan mencatat nomor plat ketika dia turun.
Mobil Lucas ditahan di pinggir jalan.
__ADS_1
Olivia mengenakan jas Lucas dan berdiri di pinggir jalan menunggu Lucas untuk menandatangani surat tilang.
Beberapa mobil lewat dan tak ada yang di hentikan, bahkan ditilang! Tapi kenapa mereka hanya menghentikan mobilnya?
Lucas merasa sangat kesal, terutama karena merasa tak ada yang bisa membantunya pada saat itu. Dengan perasaan cemas, Lucas mulai berjalan mondar-mandir di pinggir jalan.
"Tidak apa-apa," ucap Olivia sambil mencoba menghibur Lucas. Melihat Lucas hanya mengenakan kemeja, Olivia bertanya. "Apakah kau kedinginan? Ini jasmu, aku tidak keberatan jika kamu memakainya."
Ketika jas itu hendak dilepaskan Ketika Olivia hendak melepaskan mantelnya, Lucas dengan cepat menahan tangan Olivia dan memakai mantel tersebut kembali.
"Kamu seorang wanita dan aku seorang pria, aku tidak ingin membuatmu kedinginan. Jika kamu berpakaian seperti itu dan bertemu dengan seseorang yang jahat, aku tidak tahu apakah aku bisa melindungimu."
Mendengar perkataan Lucas, Olivia tiba-tiba teringat akan penculikan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Olivia menatap Lucas dan kemudian mengeratkan pegangannya pada jas Lucas.
— Bersambung —
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~