
Jantung Olivia berdetak kencang dan tanpa sadar ia menunduk menatap ke bawah.
Tanpa diduga, semua orang menatap Olivia pada saat itu. Wajah wanita muda itu penuh dengan tanda tanya dan Alio juga menatap Olivia dengan cahaya yang redup dan dingin dimatanya.
Sementara disisi lain, para maid dan butler menyeka keringat dingin tanpa henti.
Olivia tak berharap bahwa ia akan menarik perhatian dengan menutup jendela di lantai atas. Kepanikan mulai muncul di dalam hatinya, tapi ia dengan cepat mengendalikan dirinya.
Olivia tersenyum dan menutup jendela dengan tenang.
Di lantai bawah, Angela Scarlett penasaran dengan identitas wanita yang tiba-tiba muncul di mansion Presiden.
Namun, jika Presiden tak membicarakannya, Angela tentu tak akan berani bertanya.
Sebelum memasuki pintu, Angela tak bisa menahan untuk tak memandang lagi ke arah
jendela itu.
Mungkinkah dia adalah wanita simpanan Pak Presiden?
Angela diam-diam melirik Alio, tapi wajah pria itu selalu tenang dan ia tak bisa menemukan petunjuk apapun.
...-oOo-...
Di sisi lain, di lantai atas.
__ADS_1
Sebelum Olivia membunyikan bel, seorang maid sudah bergegas menghampirinya.
“Nyonya Olivia, Anda seharusnya tidak muncul di dekat jendela. Jika Nona Scarlett salah paham dengan identitas Anda, kita semua akan kena masalah!"
"Maaf, aku tidak bermaksud begitu. Ngomong-ngomong cepat berikan aku seragam maid!”
"Apa?" maid itu ragu.
"Ayo cepat!" desak Olivia dan maid itu tak punya pilihan selain memberikannya seragam maid.
Olivia langsung melepas pakaiannya dan dengan rapi mengenakan seragam maid putih dan hitam.
"Nyonya Olivia, apa yang akan Anda lakukan?"
Meskipun Olivia bukan ibu Negara, tapi fakta bahwa dia adalah ibu kandung dari tuan muda Wilson tak terbantahkan. Siapa yang berani memerintahnya?
"Pertama-tama mari kita menghilangkan keraguan Nona Scarlett sebelum terjadi hal buruk yang tak diinginkan." Olivia menjelaskan sambil mengepang rambutnya.
Masuk akal jika Olivia berpura-pura menjadi seorang maid di kediaman Presiden.
Maid itu hanya diam dan tak berkata apapun lagi.
Di sisi lain, Sebas dan beberapa bodyguard berjaga di kediaman Presiden.
Olivia menuruni tangga dengan perlahan, di bawah ia berpapasan dengan Sebas.
__ADS_1
Sebas hanya meliriknya sekilas dan saat itu bahkan ia tak mengenali Olivia!
Tapi, kemudian Sebas berhenti dan berbalik untuk memperhatikan Olivia, akhirnya ia mengetahui siapa itu.
"Nyonya Olivia, apa yang sedang Anda lakukan?" Sebas bertanya dengan wajah agak tak percaya.
"Ssst … jangan panggil aku Nyonya Olivia mulai sekarang!" Olivia mengisyaratkan jari telunjuknya di depan bibir untuk membungkam Sebas, lalu mengalihkan pandangannya ke arah ruang tamu.
Sebas mengangguk mengerti, tak lama kemudian seorang maid melewati mereka sambil membawa teh dan dessert.
Sebas langsung mengambil alih dan menyerahkannya kepada Olivia. "Nyonya Olivia, saya minta maaf merepotkan. Tapi untuk saat ini Anda harus…"
Olivia mengerti maksud dari Sebas karena ia juga berpikir demikian, untuk meyakinkan Nona Scarlett agar percaya bahwa dirinya adalah maid di mansion Presiden.
Olivia mengangguk dan bersiap masuk dengan membawa teh dan dessert.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1