
Alio membawa Olivia pulang—ke tempat tinggalnya, ia beralasan lupa, mengantar Olivia pulang ke apartemennya.
Walaupun tidak masuk akal—Olivia tidak bisa marah.
Olivia juga sudah berjanji pada putranya, kalau akan pulang ke kediaman keluarga Wilson malam ini.
30 menit kemudian.
Setelah Alio selesai mandi, ia keluar dari kamarnya, lalu ia berjalan menuju kamar Olivia.
Namun, setelah sampai di dalam kamar Olivia, Alio tidak menemukan sosok wanita itu di dalam sana.
Lalu, Alio turun ke lantai bawah, dan hampir bertanya pada para maid tentang keberadaan Olivia.
Tiba-tiba, Alio mendengar suara tawa putranya yang berasal dari taman belakang disertai suara seorang wanita, yang sedari tadi ia cari.
"Mommy, see! Bintang itu sangat indah!" seru Olvi memberitahu sang ibu—sambil menunjuk bintang di langit excited.
"Iya Sayang ... bintangnya sangat indah!" sahut Olivia—sembari mengelus rambut kecil putranya.
"Sayangku, lihat! Bintang yang besar itu Mama dan yang kecil itu kamu, kan?"
"Tapi, Ma. Bintangnya kurang, nggak ada bintang untuk Papa!" seru si kecil sambil menatap sang ibu dengan wajah polos.
"..." Olivia pun terdiam, karena ia tak bisa membalas perkataan sang putra.
Lalu, Olvi menambahkan. "Lagian, Papa nggak penting juga sih, karena Papa bilang akan menikahi wanita lain, jadi—"
Belum sempat Olvi menyelesaikan perkataannya—tiba-tiba saja, kerah piyamanya ditarik dari belakang oleh seseorang.
__ADS_1
Saat Olvi menoleh kebelakang, ia sangat terkejut melihat tatapan dingin sang ayah. "E-eh … P-papa?" ucapnya terbata. Lalu, Olvi pun langsung berteriak meminta tolong. "Mama! Tolong aku!"
"Jangan begitu!" seru Olivia lalu meletakkan cangkir tehnya dan bangkit dari tempat duduknya.
"Lepaskan anak itu!" lanjut Olivia sambil menatap tajam ke arah Alio karena ia merasa kasian dengan sang putra.
Sayangnya, Alio mengabaikan perkataan Olivia lalu menggendong putranya berjalan masuk ke dalam rumah dengan ekspresi dingin.
Namun, sebelum meninggalkan Olivia sendiri—Alio sempat meninggalkan sebuah pesan singkat, "Tunggu di sini!"
Beberapa saat kemudian...
Alio membawa Olvi ke kamar anak itu yang berada di lantai atas lalu menatap tajam anaknya. "Tidur!"
Namun, Olvi menolak mentah-mentah. "Aku nggak mau tidur sendirian! Aku maunya sama Mama!"
Alio memelototi putranya sambil berkata, "Malam ini, kau dilarang tidur dengan ibumu sebagai hukumanmu!" ancamnya.
Olvia tetap menolak perintah sang ayah. "Papa! Aku nggak mau tidur kalau bukan sama Mama!" protesnya.
Namun, Alio mengabaikan permintaan membanting pintu kamar sang putra saat ia keluar dari kamar anak itu!
...—oOo—...
Saat Olivia mendengar pertengkaran kecil antara ayah dan anak, Olivia terdiam sambil menatap langit malam yang dipenuhi bintang dan bulan.
Olivia berpikir bahwa mendidik Olvi dengan tegas adalah tugas seorang ayah yang harus dilakukan agar putranya tak melampaui batas.
Peran seorang ayah sangat penting dalam hidup Olvi.
__ADS_1
Musim gugur telah berlalu dan musim dingin semakin dekat.
Di bawah cahaya bulan, Olivia mengenakan pakaian putih dan terlihat cantik seperti bidadari turun dari surga.
Pada saat itu, seseorang menaruh semangkuk sup panas di depannya.
Alio duduk di seberang Olivia. "Makanlah sup ini!"
"Sup apa ini?" tanya Olivia melihat ke arah sup itu.
"Apakah kamu tidak pusing lagi?" jawab Alio balik bertanya.
Olivia menyipitkan mata dan meliriknya, Olivia tahu itu adalah sup dengan rempah-rempah obat.
Wanita itu tak mengatakan apa-apa dan hanya memakannya sedikit, ternyata rasanya sangat aneh sehingga sangat tak enak.
Alio sepertinya menyadari reaksi Olivia dan berkata. "Golongan darahmu sangat istimewa, jadi kamu harus memakan semuanya mau tidak mau."
"Bagaimana kamu tahu golongan darahku?" tanya Olivia meneguk sup lagi, mengingat sesuatu, dan menjawab atas pertanyaannya. "Benar, kamu seharusnya tahu dengan jelas bahwa golongan darahku sangat istimewa."
Alio menyesap tehnya sambil menatap Olivia dengan serius. "Sebenarnya, kamu tidak pernah bertanya kenapa aku memilihmu sebelumnya."
— Bersambung —
...***...
...Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~...
...Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!...
__ADS_1
...Thankyou so much and see you next chapter~...