Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 318


__ADS_3

Napas Olivia tercium aroma alkohol, dan napasnya yang lembut membuat Alio terdiam dalam posisi ini sambil menatap wajah Olivia yang imut saat tertidur.


"Tuan Alio," panggil Helena saat keluar dari kamar mandi.


Melihat adegan intim itu, Helena berhenti tiba-tiba dan buru-buru berbalik.


Alio menyadari posisi mereka dan dengan cepat melepaskan tangan Olivia dari lehernya, takut akan terjadi kesalahpahaman. "Ada apa?" tanya Alio tegas.


"Air di bak mandi telah terisi penuh," jawab Helena.


"Mandikan dia!" Alio memberikan perintah, dan Helena mengangguk sebelum mendekat ke arah Olivia.


"Nyonya, mari ikut saya."


Maid itu menuntun Olivia yang setengah sadar ke kamar mandi.


Alio keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa urusan pemerintahan negara.


Beberapa saat kemudian, Olvi datang menghampirinya. "Papa, bisakah aku meminjam laptop Papa?" tanya Olvi sambil mengulurkan jari telunjuknya dan menatap Alio dengan mata besar yang lucu sambil memohon.


"Gunakan yang itu," ucap Alio sambil menunjuk ke arah komputer tersebut.

__ADS_1


Olvi pun segera menyalakannya dengan senang hati. Namun, ketika Alio hendak memasukkan kata sandi, ia melihat bocah kecil itu sedang berusaha memasukkannya dengan susah payah di keyboard.


Alio pun berkata, "Jangan sia-siakan waktu! Sistem keamanan saat ini sangat ketat bahkan hacker internasional pun tidak mampu meretasnya. Kamu terlalu muda untuk melakukan hal itu."


Alio berhenti dan melemparkan sebuah disk beserta password ke arah Olvi. "Hubungkan ini," ujarnya.


Olvi tersenyum dan mencoba lagi, namun ia akhirnya terkalahkan.


Sepertinya lebih baik tidak menghabiskan waktu untuk meretasnya, pikir Olvi.


Tanpa ragu, Olvi menghubungkan disk itu ke laptop dan dengan cepat berhasil memecahkan kata sandi.


Setelah itu, jari-jarinya yang mungil mulai bermain di atas keyboard untuk membuka halaman web.


"Apa yang ingin kamu lakukan di situs web ini?" tanya Alio pada Olvi.


"Papa tidak mengerti, ini adalah situs web mak comblang. Aku tahu itu dari Mami Rena. Dia bilang situs ini sangat populer saat ini, banyak orang sudah mendaftar sebagai member dan sistemnya akan mencari pasangan pria dan wanita yang cocok satu sama lain secara otomatis," jelas Olvi.


"Berapa umurmu, apa yang akan kamu lakukan dengan situs ini?" Alio merasa bahwa putranya terlalu muda.


Pria itu memperingatkan putranya dengan serius," Jangan lupa bahwa kamu baru seumur biji jagung, mau gaya-gayaan mencari wanita!"

__ADS_1


"Aku tidak mencari seorang wanita."


"Lalu, kamu mencari apa di situs itu?" tanya Alio pada Olvi.


"Aku mencari seorang pria!" jawab Olvi tanpa bercanda. Kemudian anak itu berteriak kegirangan, "Papa, ini keren banget, lihat ini. Dan yang ini juga cakep."


Olvi melihat layar laptop dengan mata berbinar dan melanjutkan, "Wah, tingginya sangat bagus ya? Dan yang ini tinggi juga 190, bahkan lebih tinggi dari Papa dan dia seksi juga."


"Wow, lihat badannya kekar sekali! Dan dia juga terlihat kaya raya!" seru Olvi dengan antusias saat melihat salah satu profil pria di situs web tersebut.


Alio, yang berada di sampingnya, merasa heran dengan pikiran Olvi yang aneh.


Pria itu tak tahan lagi dan berdiri dari kursinya untuk mendekati meja Olvi.


Alio mengangkat Olvi dari kursinya dan menatapnya tajam. "Kamu sedang mencari pria sekarang?" tanyanya dengan suara tegas.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2