Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 265


__ADS_3

Alio yang sejak tadi menatap Olivia, tiba-tiba merasa kasihan padanya. Tanpa sadar, tangannya menggenggam tangan Olivia, wanita itu terkejut dan gemetar.


Kedekatan yang terjadi tiba-tiba membuat pikiran Olivia kacau.


Pria ini seakan memiliki kekuatan magis! Alio membuat siapa saja tak bisa bergerak.


...—oOo—...


Tak terasa, mereka sampai di depan pintu apartemen. Alio melepaskan pegangan tangannya saat Olivia membuka kunci. Olivia merasakan tangan yang dipegang pria itu kaku, namun hangat.


Olvi benar-benar lelah setelah bermain sepanjang malam. Ketika Olivia menggendongnya ke kamar mandi dan membantunya mencuci tangan dan kaki, Olvi tak bangun. Anak itu hanya meletakkan tangannya di leher Olivia dan menggeliat tak nyaman sejenak sebelum akhirnya Olivia membawanya kembali ke tempat tidur.


Setelah semuanya selesai dan lampu kamar dimatikan, Olivia berpikir bahwa Alio mungkin sudah pergi, sama seperti yang terjadi terakhir kali.


Tapi...


kali ini, pria itu masih ada di sana.

__ADS_1


Tiba-tiba Alio berbalik dari rak buku dan menatap Olivia.


Sudah lewat jam 10 malam, Olivia ragu apakah harus meminta Alio pulang dan beristirahat lebih awal.


Namun, sebelum Olivia bisa membuka suara, Alio tampak memahami niatnya dan bertanya. "Aku belum makan malam, apakah ada sisa makanan di sini?"


Jas Alio diletakkan di sofa dan pria itu hanya mengenakan kemeja, Alio terlihat berdiri di depan rak buku yang berisi buku-buku dan beberapa foto lama yang sebelumnya dipajang oleh Olivia.


Setiap foto cukup menarik dan Alio melihatnya dari atas ke bawah.


"Aku terlalu sibuk hari ini. Ada meeting lima jam dari sore hingga malam dan aku tidak punya nafsu makan sama sekali," ucap Alio sambil memegang foto Olivia di tangannya dan memandanginya.


Olivia ingat bahwa itu adalah foto yang diambil ketika dia berusia 12 tahun, pada saat itu orang tuanya telah bercerai selama beberapa tahun.


Itu adalah foto terakhir kebersamaan mereka.


Olivia masih jelas ingat tentang tahun itu, di mana bunga-bunga mekar dengan indah dan keluarga mereka yang terdiri dari tiga orang berdiri di dekat kolam di taman untuk mengambil foto keluarga terakhir. Sejak hari itu, sang ibu telah pindah kembali ke kota asalnya dan menikah dengan orang lain.

__ADS_1


Memikirkan hal itu, hati Olivia merasa sedih, namun ia cepat mengubah suasana hatinya agar tak terlalu larut dalam kesedihan. "Karena tidak ada makanan tersisa, bagaimana jika aku memasak sesuatu untukmu?" tawar Olivia.


"Tidak masalah," balas Alio dengan santai, tapi alisnya yang tampan tampak sedikit berkerut, entah apa yang sedang Alio pikirkan.


"Tunggu sebentar di sini, aku akan memasak mie untukmu," ucap Olivia sambil menggantung jaketnya di tempat gantungan.


Olivia mengambil jas Alio dan menggantungkannya di samping jaketnya, lalu berbalik menatap Alio. "Duduklah dan nonton TV sebentar."


Alio tidak menolak, "Aku hanya pernah makan nugget buatanmu, dan aku belum pernah mencicipi mie buatanmu."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2