Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 339


__ADS_3

Olivia merenung karena tidak tahu harus berkata apa?


Bahkan, jika Olivia mempunyai pendapat untuk dikatakan pada Alio—tak ada yang bisa ia lakukan!


Olivia tidak ingin ... Alio menikahi Angela demi dirinya!


Namun, Olivia tak ingin, mengungkapkan pendapatnya itu—karena takut membuat segalanya semakin rumit!


Saat Olivia ingin menghindari situasi itu, dan mencoba bangkit namun Alio malah menahan, memaksa untuk tetap diam.


Alio menatap Olivia tajam, lalu mencium bibir Olivia dengan paksa sekali lagi.


Meski awalnya melawan, akhirnya, Olivia menyerah dengan ciuman tersebut!


Alio menyudahi ciumannya, lalu berkata, "jangan pernah menolakku!"


"Sebentar lagi—kamu akan bertunangan! Bisakah kamu berhenti bertindak sesuka hatimu?" tanya Olivia, suaranya bergetar.


Mata Olivia yang sudah berkaca-kaca itu terlihat sangat jelas dibawah sinar bulan.


Sedangkan bibir Olivia yang baru saja dicium itu sedikit bengkak dan juga terlihat semakin menggoda.


Angin sepoi-sepoi berhembus, menyibak rambut Olivia, dan memperlihatkan leher putih wanita itu.


Tubuh Olivia menggigil karena kedinginan, Alio pun mengambil selimut dari belakangnya lalu menyelimuti tubuh wanita itu.

__ADS_1


Lalu, bibir mereka bertemu kembali, tapi mereka tak berciuman.


Mereka hanya menempelkan bibir mereka, merasakan hembusan nafas satu sama lain selama beberapa saat.


Olivia tahu kalau suasana seperti ini sangat berbahaya … hingga membuat dinya hampir kehilangan akal sehatnya dan melupakan prinsip-prinsipnya.


"Kalau aku terus bertindak sesukaku … apa kau akan jatuh cinta padaku?" tanya Alio, suaranya terdengar sangat rendah—hampir seakan-akan hanya suara nafas.


Perkataan Alio—membuat jantung Olivia berdebar kencang tak karuan.


Hampir saja Olivia terbuai, dan ia segera menggelengkan kepalanya mempertahankan akal sehatnya.


"A-aku nggak mau. Aku nggak mau jatuh cinta sama kamu! Aku nggak mau mencintai pria yang sudah menjadi milik wanita lain, aku nggak mau!" tolak Olivia mentah-mentah, ia berkata dengan suara rendah dan terlihat sangat sedih.


Intinya, Olivia sudah tahu, kalau sudah terlambat untuk tak jatuh cinta pada Alio.


Perasaan Olivia terhadap Alio itu tidak sedikit, tapi sangatlah banyak!


Sampai-sampai Olivia takut, kalau ia tak bisa mengontrol perasaannya sendiri!


Olivia takut, cintanya terhadap Alio tak bisa melepaskannya dan malah terjerat semakin dalam, atau mungkin ia sudah terjebak!?


Itu sebabnya, Olivia ingin menjauh dari Alio bagaimanapun caranya!


"Tapi aku tetap ingin mencobanya!" seru Alio lalu ******* bibir Olivia dengan sangat bergairah.

__ADS_1


Ciuman kali ini sangat agresif—sehingga Olivia hampir kehilangan kendali dirinya.


Olivia tak terima dengan keegoisan Alio, yang mencoba menjatuhkan dirinya—ke dalam jurang kesedihan.


Olivia yang sangat marah, menggigit bibir Alio dengan perasaan kesal.


Alio yang merasakan sakit menghentikan dan juga melepaskan ciumannya!


Lalu, Alio pun mundur selangkah—sambil menatap Olivia tidak senang.


"Kamu pikir aku ini apa, hah?" tanya Olivia sedikit meninggikan suaranya—terdengar sedikit gemetar karena marah.


"Dulu, kamu membeliku dengan uangmu lalu memperlakukan aku sesuka hatimu! Apakah ini menyenangkan bagimu, ha!?" tanya Olivia lagi.


Kini, air mata Olivia pun terjatuh—karena sudah tak terbendung lagi.


— Bersambung —


...***...


...Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~...


...Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!...


...Thankyou so much and see you next chapter~...

__ADS_1


__ADS_2