Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 111


__ADS_3

Pria itu mengangkat dagu Olivia dengan jari-jarinya yang panjang dan acuh tak acuh, lalu bibirnya menutupi bibir Olivia dengan amarah yang luar biasa.


Ciuman ini arogan, kasar dan sangat agresif, membawa rasa hukuman dan tak ada belas kasihan atau cinta.


Olivia sangat ingin protes.


Apa hubungan pria ini dengannya? Kenapa dia bisa menciumnya sesuka hati dan kenapa dia bisa menghukumnya seperti ini?


Olivia marah dan mendorong pria itu. "Alio Wilson, apa yang kamu lakukan?!"


"Pria manapun boleh menciummu dan memelukmu sesuka hati, kan? Kenapa berpura-pura ditahan sekarang?" suara Alio terdengar sarkas dan setiap katanya terdengar ironis.


Cahaya di pupil mata pria itu jadi lebih gelap dan dingin.


Olivia tak menyangka Alio akan berkata seperti ini. Apalagi, ia tak tahu apa dan bagaimana yang membuat pria itu kesal.


Ini hanyalah penghinaan bagi Olivia.


"Saya punya hak untuk mengizinkan orang lain mencium atau memeluk saya dan saya juga punya hak untuk menghentikan pelecehan Anda!"


Entah keberanian dari mana Olivia nekat melawan. "Tolong, lepaskan saya!"


Pelecehan?

__ADS_1


Mata Alio diwarnai kekejaman dan ada jejak bahaya di matanya yang dingin. "Apakah kau tahu apa pelecehan itu?"


Setelah selesai mengatakan itu, Alio tak menunggu reaksi Olivia dan kemudian seluruh tubuh wanita itu didorong ke sisi meja


Sementara tubuh Alio mendekat menghimpit tubuh Olivia.


Pikiran Olivia langsung kosong, keintiman seperti ini dan atmosfer ini, ditambah lagi dengan mata agresif pria itu, membuat Olivia malu, gugup dan gelisah.


Apa yang sebenarnya ingin Alio lakukan?


Sebelum Olivia bisa menyadari, pinggangnya telah ditarik oleh Alio.


Olivia terkejut dan berusaha mendorong pria itu menjauh.


Sialnya, Olivia baru mengetahui kalau ia sudah terpojok dan bersandar di meja.


Ada amarah yang masih tersisa dan melekat di hati Alio, bahkan, penolakan dan penghindaran Olivia membuatnya semakin kesal.


Alio menutupi bibirnya yang tipis dan dingin di bibir Olivia lalu menggigitnya.


Ya, pria itu menggigit Olivia alih-alih menciumnya! Alio menggigit bibir Olivia sebagai penghinaan.


"Berhenti…," suara Olivia bergetar saat menghindari gigitan pria itu.

__ADS_1


Olivia sudah berusaha sangat keras tapi gagal, ia memalingkan wajahnya dan memukuli Alio dengan tinjunya secara acak.


Perlawanan dan permohonan di mata Olivia tak meredakan amarah pria itu, sebaliknya, Alio semakin marah sekarang.


Seorang pria yang kuat seperti Alio sudah terbiasa mengendalikan semuanya, ia tak akan membiarkan Olivia bebas dari hukumannya.


Alio mencium Olivia lebih dalam dan lebih dalam lagi, sementara tangannya juga sibuk menyentuh tubuh Olivia.


Olivia sangat ketakutan, mencengkram tangan Alio dengan bingung. "Jangan!"


"Jangan apa?" Alio menatap Olivia, matanya tampak dingin  dan tak bisa ditebak. "Kau baru saja menuduhku melakukan  pelecehan, kan? Lalu, kenapa tidak membuatnya menjadi kenyataan? Aku akan bertanggung jawab atas perkataanmu!"


Olivia terus menggelengkan kepalanya dan pada saat ini, seseorang datang dari luar.


Seperti merasakan sesuatu, Olivia buru-buru berbicara. "Ada ... seseorang yang datang... lepaskan aku sekarang!" lirihnya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2