Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 120


__ADS_3

Sementara itu, Alio mengerutkan keningnya dan menginjak rem dengan kuat hingga urat biru muncul di dahinya.


Sial! Apakah wanita ini ingin mati?


Kalau saja Alio tak sengaja menginjak pedal gas, Olivia akan hancur berkeping-keping dalam hitungan detik.


Olivia cemas dan tak merasakan bahaya sama sekali, wanita itu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam sana.


Namun, tanpa disangka-sangka, saat Olivia masuk, Alio berteriak dengan keras padanya. "OLIVIA, APA KAU INGIN MATI?!"


Kata-kata simple itu penuh dengan amarah.


Olivia tercengang, ia sudah merasa jengkel padanya Alio. Sekarang, setelah diteriaki oleh pria itu, Olivia tiba-tiba kehilangan kesabaran.


"Hanya karena aku masuk ke mobilmu, maka aku ingin mati? Apa masalahnya? Kau membuatku kesal! Siapa juga yang mau masuk ke mobilmu?!" Olivia mengucapkan kalimat ini dengan penuh kebencian, lalu membuka pintu mobil dan hendak keluar.


Alio mengulurkan tangan dan menarik wanita itu kembali, Olivia benar-benar kesal dan menepis tangan pria itu. "Jangan sentuh aku!"


"Beraninya kau turun dari mobil!" marah Alio.


Olivia menoleh dan menatap pria itu, lalu membuka pintu mobil dan turun.


Wanita ini sangat bodoh!

__ADS_1


Alio berpikir kalau ia seharusnya tak peduli dengan Olivia, tapi saat wanita itu menghentikan taksi dengan marah, Alio menginjak pedal gas dan mengikutinya.


Sebuah taksi berhenti, Olivia baru saja membuka pintu mobil, namun sebuah tangan besar muncul dan membanting pintu.


Olivia mencoba membuka  pintu dengan sekuat tenaga. Tapi, kekuatan Alio jauh lebih besar dari kekuatannya.


Wanita itu mencoba dua kali, tapi pintu taksi tetap tak tergerak karena ditekan oleh pria itu.


Sopir taksi di dalam mobil menjadi tak sabar dan emosi, ia menurunkan jendela taksi dan berkata. "Nona, Anda ingin naik atau tidak?"


"Iya!"


"Tidak!"


"Tuan, kenapa Anda terlihat sangat familiar? Apakah Anda seorang selebriti?" tanyanya kemudian.


Untungnya, hari sudah malam dan sopir itu tak bisa melihat wajah Alio dengan jelas. Kalau tidak, jika Alio dikenali oleh sopir itu, sulit untuk mengatakan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Alio berkata dengan acuh tak acuh. "Anda pergilah! Wanita ini tidak akan naik taksi."


Mendengar kata-kata yang mengesankan ini, sopir taksi tak tetap tinggal dan segera pergi.


Saat sopir itu sedang mengemudi, matanya menatap kaca spion dari waktu ke waktu.

__ADS_1


Kenapa wajah pria itu terlihat sangat familiar?


...—oOo—...


Pada saat ini, Olivia kembali ke pinggir jalan.


Dengan wajah suram, Alio berteriak. "Olivia, berhenti!"


Kenapa aku harus mendengarkannya?!


Olivia keras kepala seperti batu, Alio meraih tangannya, tapi wanita itu menarik tangannya dan menghempaskan tangan pria itu lagi dengan kasar. "Pergi sana, jangan sentuh aku!"


Alio mendengus dan menatap wajah Olivia yang keras kepala. "Aku sudah pernah menyentuh semua bagian tubuhmu, apakah aku harus menyentuh atau tidak, bukankah sudah terlambat untuk mengatakan itu?"


Mendengar Alio mengatakan itu, Olivia jadi sangat marah dan melupakan identitas pria itu yang seorang Presiden. "Dasar kau bajingan!"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2