
Alea menjelaskan panjang lebar kepada Olivia, lalu ia tersenyum penuh arti sambil menatap Olivia.
Dan Olivia langsung memahami apa maksud perkataan Alea, dia mengangkat kepalanya, lalu menatap Alea.
"Anda jangan khawatir, Nona Alea. Saya orang yang sangat tahu diri," ucap Olivia sambil tersenyum.
"Seperti yang Anda katakan, ada banyak wanita diluar sana yang menginginkan posisi ini, tapi mereka tak bisa mendapatkannya." (Olivia)
"Hubungan saya dan Pak Presiden itu juga tak seperti yang Anda bayangkan." (Olivia)
"Sebenarnya, saya juga tidak lebih baik, dari wanita-wanita yang ingin tinggal di tempat ini, tapi saya tahu kalau tempat ini takkan pernah menjadi milik saya," jelas Olivia.
Olivia mengalihkan pandangannya, lalu menatap bangunan yang megah di belakangnya.
Setelah itu, Olivia mengalihkan pandangannya lagi lalu menatap Alea kembali dan berkata;
"Tempat ini, sebentar lagi menyambut Nyonya barunya dan saya tidak mau diusir secara tidak terhormat."
Dan yang paling penting dari semua itu adalah, Olivia tidak akan pernah membiarkan dirinya jatuh cinta pada Alio, bagaimanapun caranya!
Karena ada urusan yang sangat mendesak, Alea pun pamit undur diri.
Sedangkan Olivia, dia masih duduk diam di tempat dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, seorang maid mendekati Olivia lalu dia mengingatkan Olivia kalau cuaca diluar sangat dingin.
Lalu, Olivia berjalan masuk dan ia melihat kalau putranya masih tidur nyenyak.
Tak lama kemudian Olivia pamit pulang. Lalu, Olivia mampir ke apartemen Yuta dan menjenguk pria itu untuk yang terakhir kali.
Olivia tidak lupa membawa buah-buahan kesukaan Yuta sebagai tanda terimakasih.
Olivia tak berencana lama-lama tinggal di apartemen Yuta dan ia tak menyangka kalau ia akan bertemu dengan Julia di tempat itu.
Saat mereka bertemu, Julia menatap Olivia dengan tatapan tajam dan juga tidak senang.
Namun, Olivia berusaha untuk berpura-pura tersenyum karena ia sedang berada di depan orang tua Yuta.
Mungkin, ini semua karena Julia, tapi Olivia malah peduli setan, karena ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Yuta.
Setelah Olivia pamit undur diri, ia keluar lalu menunggu taksi di pinggir jalan.
"Olivia!" teriak Julia dari belakang saat memanggil nama Olivia.
"Kenapa?" tanya Olivia lalu membalikkan badannya menghadap Julia sambil menatapnya dingin.
"Kenapa kamu masih berani menemui Yutaku?" tanya Julia yang tak berbicara dengan sopan pada Olivia.
__ADS_1
"Ini adalah pertemuan terakhir kami aku tidak akan berhubungan dengan pria itu lagi di masa depan," jawab Olivia menjelaskan.
"Oh ya … pihak rumah sakit sudah mengizinkan keluarga pasien untuk menjenguk, jadi sekarang aku akan pergi menjenguk Ayah di rumah sakit," tambah Olivia sebelum pergi.
"Kalau tak ada hal penting yang ingin kamu bicarakan, aku akan pergi sekarang," lanjut Olivia dingin.
Taksi baru saja berhenti tepat di hadapan Olivia, lalu dia berjalan menuju taksi tersebut.
Saat Julia melihat Olivia hendak pergi, ia pun berteriak. "Olivia! Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk bersikap realistis!"
"Kamu dan Pak Presiden itu tidak cocok! Kalian bagaikan langit dan bumi! Kamu paham apa maksudku, kan!?" sarkas Julia.
Olivia pun mengerutkan keningnya, dia pikir dia siapa? batinnya yang merasa sangat kesal.
"Itu bukan urusanmu Julia, lebih baik kamu fokus saja mengurus Yuta, mengerti?" sindir Olivia.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~
__ADS_1