Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 310


__ADS_3

Ketika mendengar kabar itu, Julia menangis hingga air mata menetes dari matanya.


Julia mencengkram erat roknya, meski Yuta sudah menolaknya baru-baru ini. Tapi, Julia tak menyerah dan berharap bisa kembali bersama pria itu.


Tiba-tiba, Julia menatap Olivia dengan kebencian yang amat dalam pada saudari tirinya itu.


Begitu kata-kata Yuta keluar, suasana menjadi hening. Olvi sedang mengunyah paha ayam yang tiba-tiba terjatuh dari tangannya ke piring.


Olivia tampak sangat kacau, saat ia mendengar perkataan Yuta, semua orang sangat syok.


"Saya tahu, seharusnya saya tidak begini, saya sangat menyesal. Sejujurnya, saya tidak mencintai Julia. Jika saya menikahinya dengan keadaan seperti ini, saya merasa sangat tidak bertanggung jawab padanya," ujar Yuta


Julia merespons dengan suara keras. "Tapi kita sudah bertunangan! Kak Yuta tidak mencintaiku? Ahh, cinta Kak Yuta hanya untuk Kak Olivia, kan? Jadi, kenapa kak Yuta memilih bertunangan denganku? Bahkan, saat Kak Yuta mengatakan tidak akan bertanggung jawab? Betapa konyolnya itu!"

__ADS_1


Saat nama Olivia disebutkan, seluruh orang yang ada di ruangan itu menatap tajam ke arahnya.


"Kamu bilang, Yuta mencintai Olivia?!" Jesi berdiri dan mengarahkan jari telunjuknya tajam ke arah Olivia dengan rasa marah yang sangat besar. "Olivia, kamu benar-benar tidak tahu malu! Kau sudah mempunyai anak, namun masih saja menggoda Yuta? Dia adalah milik adikmu Julia, sadarilah posisimu! Kau adalah aib bagi keluarga Stein, bahkan kau berani menggoda Pak Presiden! Dasar anak yang tidak tahu diri."


"Tante, ini tidak ada hubungannya dengan Olivia," ucap Yuta sambil berdiri di depan Olivia, mencoba melindunginya.


"Kamu diam! Ini adalah urusan keluarga, jangan ikut campur!" teriak Jesi dengan dingin, menatap Olivia seolah-olah ia ingin membunuhnya.


Olivia merasa sedikit terpana, namun tatapan mata Jesi membuatnya mengerti. "Siapa yang tak tahu malu dan siapa yang menggoda? Beberapa tahun yang lalu, ketika aku bersama Yuta, Julialah yang merusak hubungan kami! Lalu, apakah aku salah? Kenapa selalu menyalahkanku?"


Tampaknya Olivia merasa tersinggung oleh perkataan Jesi. Ia bangkit berdiri dan menatap Jesi dengan tatapan sinis. "Bagaimana ibu tiri bisa mengatakan hal itu? Sebenarnya, ayah dan ibuku tidak hanya bertunangan, mereka sudah menikah. Mengapa? Karena Anda mengambil suami orang lain! Anda benar-benar tidak tahu malu!"


"Kamu!" pekik Jesi sambil menunjuk pada Olivia dengan marah, jari-jarinya gemetar. "Kamu berbicara seperti ini kepada orang tuamu, padahal anakmu sedang menonton. Setelah kamu bersikap kurang ajar seperti ini, kelak nanti anakmu juga akan bersikap kurang ajar terhadapmu!"

__ADS_1


"Mama, guruku pernah bilang, tidak semua orang tua pantas dihormati," balas Olvi sambil memegang paha ayamnya.


Anak itu lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Jesi, dengan senyum polos andalannya.


"Guru itu juga bilang bahwa kita harus menghormati orang tua yang bisa memberi contoh yang baik. Oleh karena itu, Anda tidak pantas saya hormati karena Anda tidak memiliki sopan santun yang baik yang bisa saya contohi. Sangat buruk!" 


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2