
"Karna pria itu sangat menginginkan anak ini...," ucap Olivia dengan suaranya pelan. "Maka, cepat atau lambat—aku akan bertemu dengannya," lanjutnya dengan ekspresi yang sangat yakin.
Olivia sangat penasaran ... siapakah pria misterius yang sudah menghancurkan hidupnya?
...-oOo-...
Lima tahun kemudian…
Olivia pikir, selama ia hamil, melahirkan dan membesarkan anaknya, pria itu pasti akan muncul!
Tapi, kenapa? Sampai sekarang pun … pria itu tak pernah menunjukkan batang hidungnya sama sekali!
Selama lima tahun ini, Olivia sudah melalui banyak masa-masa sulit yang terjadi dalam hidupnya.
Olivia pergi meninggalkan kediaman keluarga Stein sesuai permintaan ayahnya dan melahirkan anak laki-laki yang tampan bernama—Olvi Stein.
Sekarang, putranya sudah berusia empat tahun.
Olivia tak pernah patah semangat, ia berhasil lulus kuliah program studi bahasa asing dan mendapatkan pekerjaan yang bagus di Kementerian Luar Negeri.
Setelah meninggalkan kediaman keluarga Stein, Olivia dan putranya tinggal di luar kota.
Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan ... Olivia mulai melupakan pria bajingan yang sudah menghancurkan hidupnya.
Sekarang, Olivia dan putranya tinggal di sebuah apartemen yang jauh dari kata mewah, tetapi—mereka berdua hidup dengan sangat bahagia.
__ADS_1
Olivia hanya berharap, tak ada yang merenggut kebahagiaan ini darinya.
Untungnya, Olivia tak pernah menyesali keputusannya karena sudah melahirkan Olvi.
Walaupun dalam lima tahun ini, Olivia sering mendapatkan pandangan negatif dari lingkungan dan orang sekitarnya.
...-oOo-...
Setelah selesai bekerja, Olivia tiba di depan pintu apartemen tempat tinggalnya sekarang.
Dengan cepat, Olivia mengambil kunci dari tasnya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam apartemen.
Setelah menutup pintu, rasa lelah Olivia usai bekerja langsung menghilang saat melihat putranya sedang duduk di sofa sambil menonton TV.
"Olvi, kamu itu masih anak-anak, sayang. Kenapa kamu malah menonton berita tentang politik dan bukannya kartun untuk anak seusiamu? Memangnya kamu mengerti, huh? Mama gantikan ke channel kartun, ya?"
Olivia terdiam dan perasaannya agak terluka, saat seusia Olvi ... Olivia sangat suka menonton kartun.
Tapi ternyata ... hal itu dianggap kekanak-kanakan oleh bocah berusia empat tahun!
Olivia bertanya-tanya dalam hatinya ... apa yang akan Olvi dapatkan dari menonton berita tentang politik yang sa—ngat tak cocok dengan usianya?
"Kamu itu masih kecil, sayang! Jadi, tonton saja sesuatu yang kekanak-kanakan dan wajar untuk anak seusiamu! Mama akan gantikan ke channel kartun, tidak boleh menolak!"
"Oke! Ganti saja sesuka hati Mama! Aku tahu Mama itu bodoh ... makanya tidak bisa mengerti berita tentang politik!" Olvi sangat blak-blakkan dan dengan santainya memberikan remot Tv kepada Olivia dengan wajah ngambek.
__ADS_1
Olivia dibuat melongo oleh perkataan Olvi. "Kamu itu beneran anak Mama bukan, sih? Kenapa kamu sangat menyebalkan? Jangan meremehkan IQ Mama, ya!" protes Olivia.
Olvi hanya melirik Olivia sekilas lalu kembali merajuk.
Olivia merasa, kalau ia mempunyai anak kecil yang berotak dewasa.
Olvi tak hanya pintar, tetapi juga tangguh dan mandiri.
Olvi bahkan tak menangis saat tahu kalau ia tak memiliki seorang ayah, ia juga suka melakukan hal-hal yang tak terduga dan sering membuat Olivia terkejut!
Contohnya, Olvi suka merakit miniatur rumah dan pesawat model mainan—lalu ia lebih suka bermain puzzle yang sulit sendirian dibandingkan bermain dengan anak-anak seusianya.
Olvi juga mempelajari beberapa bahasa asing dari buku-buku kuliah milik Olivia.
Anehnya lagi, anak itu lebih suka menonton berita politik daripada kartun!
Lantas, hal mengejutkan apalagi yang akan dilakukan oleh anak itu nanti?
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~