
Olivia merasa kalau dirinya hampir gila! Pasalnya, ia pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus penculikan putranya.
Namun, setelah penyelidikan yang sangat panjang, pihak kepolisian menyatakan tak menemukan jejak apapun. Jelas sekali ada yang tak beres, mereka seperti menyembunyikan sesuatu darinya!
Olivia pun keluar dari kantor polisi dan ia terkejut karena ada tiga buah mobil yang berhenti secara perlahan-lahan tepat didepannya.
Saat pintu mobil terbuka, seorang pria berperawakan tinggi keluar dari dalam sana.
Dia adalah Arnold, sekretaris tampan sekaligus tangan kanan Alio Wilson.
"Nona Olivia, maukah Anda ikut bersama kami?" tanyanya dengan sopan.
Olivia pun langsung mengerutkan keningnya. "Siapa kalian!?" serunya kemudian mundur beberapa langkah untuk berjaga-jaga.
"Nona tenang saja, kami bukan orang jahat. Kalau Anda bersedia ikut dengan kami, Anda akan tahu nanti," bujuk Arnold masih berbicara dengan sopan.
"Kalian pikir, aku akan percaya dan bersedia ikut dengan kalian begitu saja!? Jangan harap!" tolak Olivia sedikit meninggikan suaranya.
Untuk apa Olivia mengikuti orang asing yang tak jelas identitasnya?
Arnold tersenyum lalu berkata. "Nona Olivia, bukankah Anda kesulitan menemukan putra Anda? Kalau Anda ingin bertemu dengan putra Anda lagi, silahkan ikut kami dengan tenang!"
Saat Olivia mendengar perkataan Arnold, ia pun langsung mengerti apa maksudnya. Pria itu tak sedang memohon padanya!
__ADS_1
"Oke, aku akan ikut dengan kalian. Lagian, aku juga sangat penasaran apa yang sebenarnya kalian rencanakan!" Olivia setuju dengan terpaksa.
Arnold tak terlalu memikirkan perkataan Olivia dan hanya tersenyum. "Baik, saya tidak akan mengecewakan Anda."
Kemudian, Sopir pun dengan hormat membukakan pintu untuk mereka.
Arnold membuat gerakan tangan dan mempersilahkan Olivia masuk duluan ke dalam mobil. "Silahkan, Nona Olivia."
...-oOo-...
Sepanjang perjalanan, Olivia merasa sangat gelisah karena tak tahu situasi apa yang akan ia hadapi nanti.
Tak terasa, akhirnya mereka pun sampai di sebuah mansion yang sangat mewah.
Sebas langsung menyambut Olivia. "Selamat datang, Nona Olivia. Perkenalkan nama saya Sebastian, saya adalah butler di mansion ini. Tuan muda sedang ada kelas tata krama, dia akan menemui Anda nanti."
"Kalau Anda merasa bosan, Anda bisa berkeliling di mansion ini. Sebas tolong urus dia!" Arnold menimpali.
Olivia hanya menganggukkan kepalanya.
"Mari," ucap Sebas lalu menuntun Olivia sampai ke dalam mansion.
Saat tiba di dalam mansion, Olivia pun langsung di sambut oleh puluhan orang pria dan wanita, tua dan muda, yang memakai pakaian pelayan sambil membungkuk hormat padanya.
__ADS_1
A-apa-apaan ini!? batin Olivia terlonjak kaget.
Melihat respon Olivia, Sebas hanya tersenyum lalu melambaikan tangannya untuk memanggil maid.
Tak lama kemudian, datanglah beberapa orang maid wanita.
"Kalian semua layani dia, jangan sampai berbuat kesalahan sedikitpun!" perintah Sebas dan para maid pun segera mengangguk patuh lalu melaksanakan tugasnya.
Olivia pun di bawa oleh beberapa maid wanita ke sebuah kamar mewah di lantai 2 dan Olivia tak bisa berhenti takjub dengan semua kemewahan yang ia lihat sejak tadi.
"Nona, sebelum bertemu dengan Tuan. Anda harus mandi dan mengganti pakaian Anda terlebih dahulu," ucap seorang maid paruh baya dengan sopan.
"Hah? Kenapa saya harus mandi dan mengganti pakaian saya sebelum bertemu dengannya? Apakah dia itu orang penting seperti Presiden!?" kesal Olivia protes dan hanya dibalas senyuman dari maid wanita itu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1