
Alio mengabaikan putranya dan mematikan lampu.
Apa-apaan ini?
Seorang anak laki-laki berusia empat tahun tahun mencoba mengajari Alio cara mengejar wanita?
...—oOo—...
Keesokan harinya...
Olivia pulang bersama Rena setelah selesai bekerja, mereka mampir ke toko buku dan membeli beberapa buku.
Olivia menyadari kalau ia akhirnya punya waktu untuk bersenang-senang, mungkin membaca adalah pilihan terbaik.
Saat Olivia baru saja pulang ke apartemen, Yuta tiba-tiba meneleponnya.
Olivia masih merasa canggung saat memikirkan tentang kejadian semalam, jadi ia tak yakin apakah harus mengangkat telepon.
Setelah banyak pertimbangan, Olivia memutuskan mengangkat telpon.
"Olivia, malam ini datanglah untuk makan malam bersama! Lagipula, kamu tinggal sendirian, jadi kamu pasti datang, kan?"
Untungnya itu adalah ibu Yuta yang menelpon dan mengundangnya, bukan Yuta.
"Maaf tante, saya sudah memasak makan malam," jawab Olivia berbohong.
"Dan juga ... saya sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi saya pikir ... mungkin saya tidak bisa datang dan bertemu Yuta untuk sementara waktu. Maafkan saya tante, tolong beritahu Yuta untuk menjaga kesehatannya."
"Yahhh ... kamu tidak akan bertemu Yuta untuk sementara waktu?" tanya Ibu Yuta melihat ada ekspresi kecewa di wajah putranya.
"Iya, pekerjaan saya sangat banyak, sekali lagi saya minta maaf Tante."
__ADS_1
Ibu Yuta mengerti, ia tak bisa terus memaksa Olivia datang, pada akhirnya ia menutup telepon setelah mengucapkan selamat tinggal.
Olivia menghela nafas, ia sudah memberi tahu Yuta bahwa mereka tak akan memiliki hubungan spesial lagi.
Meskipun Yuta tak mengingatnya, pria itu harusnya tahu setelah kejadian semalam.
Setelah selesai menelepon ibu Yuta, Olivia menelpon sopir putranya.
Sopir itu menjawab dengan hormat. "Tunggu, Nyonya. Tuan muda baru saja pulang."
Akhirnya, Olivia bisa mendengar suara putranya yang manis.
"Mama!" ucap Olvi bersemangat.
Olivia sangat terhibur. "Apakah kamu ingin datang malam ini? Mama akan memasak ayam asam manis dan kentang goreng favoritmu, oke?"
"Itu bagus!" balas Olvi menyukainya. "Aku akan ke sana sekarang!"
Perasaan hangat memenuhi hati Olivia, berbicara dengan putranya seperti sedang jatuh cinta dengan seseorang.
Tapi semakin Olivia merasa seperti itu, semakin ia merasa kecewa.
Olivia tak tahu apa yang akan terjadi dengan ia dan putranya di masa depan.
Sepertinya, mustahil membuat Olvi tinggal bersamanya, Alio tak akan membiarkan hal itu.
Olivia tak bisa membayangkan bagaimana Angela Scarlett akan memperlakukan Olvi setelah wanita itu menikah dengan Alio.
Olivia tak mengira Angela Scarlett akan menjadi ibu yang baik untuk putranya.
Olivia menjadi tak bahagia saat memikirkannya, ia mengambil beras, mencucinya, kemudian memasaknya dalam rice cooker .
__ADS_1
Setelah itu, Olivia mulai memasak ayam dan kentang goreng.
Meskipun Olivia tak memasak selama beberapa waktu, ia masih seorang koki yang baik.
Olivia tinggal di sebuah apartemen kecil dengan dapur persegi kecil, semua yang ada di apartemen itu pas baginya, itu tempat terbaik untuk hidup sendiri.
Ketika seseorang mengetuk pintu apartemennya, Olivia hampir selesai memasak, wanita itu pergi membukanya sambil mengenakan celemeknya.
"Mama!" Olvi langsung melemparkan dirinya pada Olivia dan memeluknya. "Aku sangat merindukan Mama."
Sebenarnya mereka baru bertemu dua hari yang lalu, tapi Olivia merasa itu sudah sangat lama.
Olivia ingin menghabiskan sepanjang malam dengan putranya di sini.
Olivia juga sangat merindukan putranya, ia berjongkok dan mendekati putranya.
Olvi mencium wajah Mamanya dengan lembut.
Setelah itu, Olivia berterima kasih pada sopir yang sudah membawakan putranya dan mengantarnya keluar.
Ketika Olivia kembali ke dalam, ia melihat Olvi sedang mengeluarkan barang-barang dari tasnya yang besar.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1