
Alea dan Digo telah berpisah, selama puluhan tahun!
Saat itu, Alea masih seorang gadis berusia 17 tahun dan ia selalu bersikap tidak peduli pada Digo.
Kini mereka sudah dewasa dan tak lagi terikat oleh masa lalu.
"Sangat disayangkan Alea kalau kita baru bisa bertemu sekarang," ucap Digo santai.
"Benarkah!?" tanya Alea tajam, lalu melangkah maju.
Lalu, Tim Jaguar langsung—keluar dari dalam mobil yang ada di belakang Alea.
"Ketua, jangan mendekat!" Dicky berteriak dari kejauhan karena sangat khawatir.
Saat Dicky turun dari mobil anggota Night Owl langsung mengangkat pistol mereka.
Lalu, mereka pun menodongnya ke arah—Tim Jaguar.
Tim Jaguar juga langsung mengangkat pistol mereka.
Namun, mereka sadar bahwa senjata itu tidak akan bisa digunakan melawan Night Owl.
Jikalau mereka sampai bertindak gegabah, itu hanya akan membahayakan Alea.
"Tim Jaguar! Kembali ke mobil!" perintah Alea dengan tenang.
"Ketua!" protes Dicky.
__ADS_1
"Jangan membantahku, Dicky!" tegur Alea dan nada suaranya terdengar dingin.
Lalu, Dicky menuruti perintahnya dan mundur.
Alea mengambil napas dalam-dalam lalu Alea pun kembali menatap pria itu.
Jika Digo menginginkan nyawa Alea dari awal maka harusnya pria itu tidak perlu repot-repot menunggu Alea sampai sekarang.
Dengan hati-hati, Alea berjalan mendekati pria itu.
Alea merasa seperti berjalan masuk ke dalam kandang harimau! Yap, sangat berbahaya!
Saat Alea hampir mencapai Digo tiba-tiba pria itu langsung menarik lengan Alea dan mereka berdua saling berhadapan dengan jarak intim.
"Aku sangat merindukanmu Alea...," bisik Digo dengan suaranya yang lembut, tepat di telinga Alea sehingga membuat tubuh Alea bergetar.
Lalu, Alea pun tersenyum hangat. "Benarkah!? Aku tidak tahu, harus merasa senang ataukah tidak dan aku tidak."
"Seharusnya kamu senang," ucap Digo sambil membelai paha Alea dengan lembut.
Alea merasa tak nyaman dengan situasi ini, ia bahkan tidak ingat—kapan terakhir kali pria itu menyatakan perasaannya padanya.
Selama sepuluh tahun, Alea slalu memikirkan Digo setiap saat.
Alea menyadari kalau pria itu—semakin mahir menggodanya dan dia terlihat sangat senang, saat bermain-main dengannya.
"Cukup!" seru Alea dengan suara dingin lalu ia memegang tangan Digo di pahanya, dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
Digo pun mengangkat sebelah alisnya lalu dia berkata. "Cukup?"
"Kamu masih sama saja, ba*****n!" ucap Alea lalu melambungkan tangannya ke udara dan...
PLAK!!!
Tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Digo.
Bahkan semua orang yang melihatnya sangat terkejut!
Lalu, semua anggota Night Owl pun, langsung menodongkan senjata mereka ke arah Alea!
Sementara itu, Tim Jaguar pun merasa situasi Alea semakin berbahaya!
Dan semua anggota tim Jaguar pun langsung turun dari mobil mereka. Tim Jaguar juga ikut menodongkan senjata ke arah Night Owl.
Meskipun berada ditengah-tengah ancaman—Alea masih bisa tersenyum, saat Alea melihat semua orang mengarahkan senjata padanya.
Alea tidak takut dan justru memegang tangan, salah satu anggota Night Owl, yang pada saat itu memegang senjata, lalu dia menodongkan pistol tersebut ke kepalanya sendiri.
"Bunuh aku kalau kau mau, tapi jangan sentuh orang-orangku!" ucap Alea tegas.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
__ADS_1
Thankyou so much and see you next part~