Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 188


__ADS_3

Olivia mengikuti staf medis dan dengan cepat Yuta dibawa ke ruang unit gawat darurat.


"Dokter, bagaimana keadaannya? Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Olivia dengan khawatir.


"Keadaan spesifiknya tidak akan diketahui sampai seluruh tubuhnya diperiksa, apakah Anda istrinya? Dia akan menjalani operasi nanti, jadi tolong tanda tangani surat persetujuan," jawab Dokter.


Mendengar itu, Olivia menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban.


"Kalau begitu, Anda pacarnya? Tolong informasikan kepada anggota keluarganya untuk datang dan menandatangani surat persetujuan. Kami tidak bisa mengoperasi dia hanya dengan tanda tangan Anda karena itu tidak akan berlaku untuk kasus ini."


"Baik, Dok."


Olivia langsung menelpon orang tua Yuta dengan handphonenya. Setelah itu, ia menunggu di luar ruang unit gawat darurat.


Yuta segera di bawa untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Olivia mengikutinya sepanjang jalan dan tak punya waktu untuk mengobati luka di kakinya.


...—oOo—...


Di sisi lain.


Alio sedang duduk di ruang tamu, menunggu Olivia.

__ADS_1


Sebas menutup telepon dan berkata. "Tuan, saya masih tidak bisa menghubungi Nyonya Olivia."


Alio mengerutkan bibir tipisnya dan tetap diam, tidak ada yang tahu emosinya saat ini. 


Setelah beberapa saat, Arnold melangkah mendekati Alio. "Kak, Baginda Raja dan Kanjeng Ratu mendesak kita untuk segera datang menemui mereka, sekarang sudah saatnya untuk pergi."


"Siapa Baginda Raja dan Kanjeng Ratu itu?" tanya Olvi mendongak dan ingin tahu.


Alio mengangkat anak itu dari sofa dengan wajah dingin. "Kita akan mengunjungi Kakek dan Nenekmu malam ini."


"Kakek dan Nenek? Apakah aku punya Kakek dan Nenek?" tanya Olvi lagi dengan wajah polos dan bersemangat.


"Tanpa kakek dan nenek, dari mana kamu berasal?"


"Benarkah? Papa tidak yakin Mamamu benar-benar ingin bertemu mereka," balas Alio dengan nada dingin.


Sekarang sudah jam setengah tujuh malam, jelas, Olivia mengingkari janjinya lagi di malam ulang tahun Alio.


Bahkan, tak ada alasan atau penjelasan dari Olivia! Yang lebih parah lagi, wanita itu bahkan tak menjawab telponnya.


Alio menunggu Olivia selama dua jam dengan sia-sia.

__ADS_1


Mungkin Olivia lupa dengan janji mereka malam ini dan ulang tahun pria itu!


Dengan siapa Olivia sekarang? Apakah wanita itu sangat bahagia sampa-sampai lupa tentang janji itu?


Alio membawa Olvi ke dalam mobil dan menyuruh sopir untuk berangkat, mobil pun melaju sampai ke pinggiran kota yang tenang dan Alio terus memandang ke luar jendela dengan wajah dingin.


Olvi cemberut. "Papa, hari ini adalah hari ulang tahunmu. Jangan memasang wajah seperti itu, itu benar-benar menjengkelkan."


"..." Alio mengabaikan putranya, pria itu sudah dalam suasana hati yang buruk, jadi bagaimana ia bisa meluangkan waktu untuk mengkhawatirkan suasana hati putranya sendiri?


...—oOo—...


Di rumah sakit, Yuta ditempatkan di ruangan VIP setelah menyelesaikan berbagai pemeriksaan.


Olivia duduk di sudut ruangan dan cedera di pergelangan kakinya sudah membeku, orang tua Yuta duduk di samping ranjang rumah sakit tempat Yuta berbaring. 


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2