Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 109


__ADS_3

"Oh…," suara Yuta berubah jadi lebih rendah. Pria itu menatap Olivia dan tetap diam untuk waktu yang lama.


Entah kenapa, suasananya menjadi agak canggung. Olivia memecah keheningan dengan tersenyum."Jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi, maka ... aku akan pergi dulu."


Setelah berpamitan, Olivia berjalan melewati Yuta dan siap untuk pergi. Namun, baru satu langkah, pergelangan tangannya yang kurus tiba-tiba dicengkeram oleh Yuta.


Olivia kaget pada awalnya, tapi saat ia sadar, ia berjuang keras melepaskan tangannya dari cengkeraman Yuta.


Namun, Yuta malah semakin mengencangkan cengkramannya dengan sekuat tenaga di pergelangan tangan Olivia


"Yuta?" Olivia melemparkan tatapan bingung.


Yuta berbalik dan matanya penuh kekhawatiran. "Olivia, jangan menikah dengannya!"


"Apa?" Olivia tak mengerti.


"Apakah kamu tahu identitasnya? Dia memiliki status yang tinggi, dia pasti sudah diatur untuk pernikahan politik. Bahkan, jika dia benar-benar ingin menikahimu, kalian berdua tidak akan memiliki masa depan yang menjanjikan…'' Yuta berhenti dan matanya menjadi suram.

__ADS_1


Sambil menatap Olivia, Yuta melanjutkan. "Aku tidak ingin kamu terluka."


Memahami kalau Yuta peduli padanya, Olivia membalas. "Kamu percayalah karena aku tahu itu dengan jelas, kamu tidak perlu khawatir denganku."


Usai mengatakan itu, Olivia tersenyum dan menarik tangannya dari tangan Yuta lagi.


Saat tangan Olivia terlepas dari telapak tangan Yuta, pria itu hanya merasakan sakit di hatinya.


Kemudian, Yuta tiba-tiba memeluk Olivia.


Olivia kaget dengan dagunya di bahu pria itu, Yuta meletakkan telapak tangannya yang hangat di punggung bagian bawah wanita itu dengan lembut dan berkata. "Olivia, aku sangat merindukanmu," lirih Yuta.


"Aku pikir, aku tidak akan memiliki perasaan padamu lagi setelah bertahun-tahun ... tapi aku salah," lanjut Yuta.


Suaranya Yuta penuh kesedihan, membuat Olivia merasa sedih juga. "Yuta…"


"Saat aku melihatmu, aku menjadi gila. Setelah aku menyadari, pikiranku penuh denganmu. Olivia, aku masih muda dan aku tidak tahu apa-apa saat itu. Oleh karena itu, saat sesuatu seperti itu terjadi, aku tanpa sadar melarikan diri. Tapi sekarang segalanya berbeda... " Yuta memegang wajah Olivia dan menatapnya dalam-dalam. "Bisakah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di masa lalu. Maafkan ketidakdewasaan aku pada saat itu."

__ADS_1


Olivia tak pernah berpikir kalau Yuta akan bertindak seperti ini. Padahal, Olivia lah yang salah, tapi Yuta yang menyesal terlebih dahulu.


Olivia menggelengkan kepalanya, "Aku tidak pernah menyalahkanmu. Hanya saja ... Yuta, jangan memikirkan masa lalu lagi. Semua itu sudah berlalu dan sekarang kamu tunangan Julia, kita tidak bisa melakukan itu kamu tahu?"


Olivia mencoba melepaskan tangan Yuta dari wajahnya, tapi Yuta tak menyerah, pria itu berkata dengan frustasi. "Aku sama sekali tidak mencintai Julia! Aku ... aku sungguh tidak pernah bisa menganggapnya seperti kamu."


Olivia terkejut, ia terdiam selama beberapa saat dan tak mengatakan apa-apa.


"Kamu mungkin berpikir bahwa aku sangat jahat dan tidak tahu malu, tapi aku tidak bisa menahan diri lagi. Olivia, aku tidak bisa melupakan kamu! Aku mengerti sekarang, aku tidak pernah melupakan kamu!" sambung Yuta.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2