Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 317


__ADS_3

Ketika Alio bertemu dengan Olivia hari ini, suasana hatinya terlihat sangat baik. Olivia menyambutnya dengan senyuman dan ucapan selamat yang disampaikan melalui Arnold. Bahkan, saat ditemui oleh media, ia tetap terlihat ceria.


Menurut Alio, ingatan wanita bodoh ini mungkin sangat buruk sehingga Olivia melupakan perkataannya sendiri untuk tak bertemu lagi dengan Alio.


Baru saja sehari, Olivia bisa melupakan semuanya. Semakin Alio memikirkannya, semakin ia merasa kesal.


"Kemana kita akan pergi, Papa?" tanya Olvi sambil mengusap air mata Olivia.


"Pulang ke rumah," jawab Alio.


Akhir-akhir ini, kediaman presiden terasa sepi tanpa kehadiran Olivia dan putranya.


"Tapi Papa akan bertunangan dan menikah dengan wanita lain. Kenapa Papa membawa Mama kembali?" tanya Olvi dengan wajah cemberut. "Ini tidak adil, Papa!"


Alio merasa tersinggung dan hanya mengabaikan bocah itu. Olvi memandang Alio lalu berkata, "Papa, tolong antar kami kembali ke tempat Mama, dan aku akan merawat Mama dengan baik."


"Kalau kamu masih bicara, Papa akan membiarkanmu tidur di jalanan malam ini," jawab Alio dingin.


Olvi merasa kesal. "Papa adalah orang jahat yang menyakiti Mama dan juga menyakiti aku!" ucapnya dengan tegas.


Alio hanya mengabaikan putranya dan mobil melaju hingga tiba di Mansion.


Saat tiba, Olivia yang masih dalam keadaan mabuk masih tak kunjung bangun.


Sementara Olvi langsung melompat turun dari mobil, sedangkan Alio membawa Olivia keluar dari mobil dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Olivia yang terlalu mabuk membuat Alio harus menggendongnya dengan penuh kasih sayang, meski wajah wanita itu tenggelam di dada Alio dan tangannya memeluk erat leher Alio.


Alio merasakan kehangatan dari tubuh Olivia yang langsung menembus hatinya dan membuatnya terpaku sejenak.


Meskipun merasa sedikit mengantuk setelah seharian bekerja, Alio merasakan perasaan depresi dan ketidakpuasan di lubuk hatinya lenyap seketika saat Olivia berada di sisinya.


Alio tak bisa menahan diri dari merenung, memikirkan perasaan aneh yang muncul di dadanya, dan bertanya-tanya apakah ini cinta yang sebenarnya.


Belakangan ini, Alio sulit makan dan tidur karena ketiadaan wanita yang ada di pelukannya, Olivia.


Bahkan para pelayan pun merasa senang ketika melihat pasangan tersebut bersama.


Kediaman Presiden menjadi lebih tenang karena Alio tak lagi bertengkar dengan Olivia seperti sebelumnya, yang membuat Pak Presiden tak pulang ke mansion akhir-akhir ini dan membuat semua orang tertekan.


Seluruh maid dan butler serempak menyambut mereka saat mereka memasuki mansion.


"Helena," panggil Alio, "pergi isi bak mandi, dan carikan pakaian untuk Olivia!"


"Baik, Tuan."


Maid itu membungkuk sebelum ia bergegas melaksanakan tugas.


Alio memerintahkan Olvi. "Kamu mandi terlebih dahulu, baru kemudian tidur!"


Namun, Olvi menolak dan berkata, "Tapi aku ingin tidur dengan Mama malam ini."

__ADS_1


"Kamu harus mandi dulu sebelum tidur!" tegas Alio.


Mendengar perintah itu, Olvi lari ke lantai atas dan dengan patuh, ia pergi mandi terlebih dahulu sebelum tidur.


...—oOo—...


Alio dengan hati-hati menggendong Olivia dan naik ke atas.


Bak mandi sedang diisi oleh Helena, yang kemudian mengambil piyama dan pakaian dalam Olivia dari lemari dan menempatkannya di kamar mandi.


Dengan lembut, Alio meletakkan Olivia di atas ranjang yang besar.


Olivia bergeliat dan tanpa sadar menarik leher Alio, membuat wajah keduanya saling berhadapan dengan sangat dekat.


Tiba-tiba, Alio tak bisa menahan diri dan membungkukkan tubuhnya, sehingga bibir mereka hampir saling menyentuh.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2