
"Silakan masuk…," suara Alio terdengar dari dalam, lalu Olivia membuka pintu kamar dan mendapati sosok Alio yang duduk di atas ranjang.
Alio terlihat sangat sibuk—pria itu fokus membaca dokumen tanpa mengangkat kepalanya sedikit pun. Lalu, disamping pria itu, Olivia melihat putranya tertidur sangat pulas di sana.
Jadi, anak itu tidur di kamar ayahnya? Pantas saja, dicariin kemana-mana nggak ada, ternyata dia tidur disini…, batin Olivia yang akhirnya bisa bernafas lega.
Olivia tak mengeluarkan suara selama beberapa saat, lalu Alio dengan santainya mendongakkan kepalanya dan melihat wanita itu sejenak. "Ada apa?" tanyanya.
Setelah mandi, Olivia terlihat sangat segar dan menggoda, sebelum pikiran Alio terbaca oleh Olivia, ia mengalihkan pandangannya kembali membaca dokumen. Walaupun sebenarnya, pikiran pria itu sudah melayang jauh.
Tak menyadari ada yang tak wajar, pandangan Olivia beralih ke arah sang putra, yang saat ini tertidur sangat pulas di samping sang ayah.
"Pantesan dicariin nggak ada, ternyata dia tidur disini," ucap Olivia dengan nada lembut sambil menatap putranya.
"Sekarang sudah larut malam, kau tidurlah juga, di kamarmu," ucap Alio dingin, kalimat yang diucapkan oleh pria itu barusan, berhasil membuat Olivia—merasa diusir secara halus.
__ADS_1
Melihat keakraban ayah dan anak itu, entah kenapa, Olivia merasa agak kecewa. Nanti, kalau anaknya itu mau mereka tidur bareng bertiga lagi, sepertinya hal itu tak mungkin terjadi lagi.
Akhirnya, Olivia pergi dari kamar Alio diam-diam, karena ia tidak mau merusak momen kebersamaan ayah dan anak itu.
Setelah itu, Olivia menutup pintu dengan sangat hati-hati, lalu berdiri sejenak di depan pintu untuk menjernihkan pikirannya sebelum akhirnya ia masuk kembali ke kamar sebelah.
...—oOo—...
Malam semakin larut, sehingga mencapai titik puncaknya. Semua orang terlelap dalam tidur yang nyenyak, tapi tiba-tiba pintu kamar Alio terbuka dan seseorang bertubuh tinggi keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju kamar sebelah.
Tanpa ragu, pria itu meraih gagang pintu dan mendorongnya, tetapi pintu kamar sebelah tak terbuka sedikitpun! Tak mau menyerah, pria itu mencoba lagi, tetapi tetap tak berhasil juga!
Akhirnya, ekspresi wajah pria itu berubah menjadi sangat muram dan saat ini, ia merasa sangat kesal karena wanita itu sengaja mengunci pintu kamarnya!
Awalnya, Alio keluar dari kamar dengan perasaan gembira, tapi saat kembali ke kamarnya, perasaannya berubah menjadi kesal.
__ADS_1
Saat Alio memasuki kamarnya, ia melihat anaknya terbangun, tak tahu sejak kapan.
Sebuah lampu kecil di atas nakas menyala dan anaknya itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang masih mengantuk, tapi dengan senyuman ceria.
"Papa meninggalkanku untuk tidur sama Mama, kan? Namun sayangnya, Mama malah mengusir Papa, kan?"
Setelah mendengar itu, bukannya senang Alio malah tambah kesal. Siapa bilang dia diusir? Wanita itu hanya tidak memberinya kesempatan untuk masuk saja!
Alio tak menghiraukan perkataan anaknya, lalu membuka selimut dan langsung berbaring, pria itu terlihat sangat kesal sekarang.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~