Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 9


__ADS_3

"Ma ... A-aku—" ucap Olivia terbata-bata.


"Apa kau mau menentang keputusan ayahmu, hah!?" sinis Jesi.


Olivia hanya terdiam dengan wajah lesu.


Walaupun Olivia sangat ingin mempertahankan calon buah hatinya, tetapi—ia tak memiliki kekuatan untuk melindunginya.


Yang ada ... ayahnya hanya akan semakin murka padanya!


"Kalau Nona Olivia masih belum mau menyerah juga, Anda bisa pergi ke rumah sakit yang lain. Saya yakin, mereka akan memberikan jawaban yang sama."


Dokter Liam tampak mengerti dengan situasi yang dihadapi Olivia.


Raut wajah Olivia terlihat sangat tak bersemangat. "Baik Dok, terimakasih banyak sebelumnya."


...-oOo-...


Jadi, Olivia dan Jesi memutuskan untuk mendatangi rumah sakit yang lain.


Namun...


"Maaf, rumah sakit kami tidak bisa melakukan aborsi."


"Kenapa, Dok?" tanya Jesi terheran-heran. Dia kewalahan dan kakinya terasa hampir copot saat mengingat kembali ini adalah rumah sakit ke sepuluh yang telah ia datangi dengan Olivia.

__ADS_1


Awalnya, Jesi berpikir kalau rumah sakit yang pertama mencoba menghina dan menggertak mereka karena ingin mengugurkan kandungan, padahal ... Oliver Stein adalah calon walikota.


Tapi, setelah mereka terus berpindah rumah sakit, mereka selalu mendapatkan jawaban yang sama.


Apalagi, saat Olivia mendapatkan perlakuan yang berlebihan, Jesi benar-benar kesal dan muak!


"Nona Olivia tidak bisa melakukan aborsi di rumah sakit ini. Bagaimana kalau Nona Olivia melahirkan saja di rumah sakit kami? Saya akan memberikan Nona banyak vitamin agar bayi di dalam kandungannya sehat."


Lagi-lagi jawaban seperti itu yang mereka dengar.


Jesi tak habis pikir, karena semua rumah sakit yang mereka kunjungi hari ini seperti telah dikontrol oleh seseorang.


Bahkan, suaminya yang merupakan calon walikota sekalipun—tak memiliki kekuasaan sebesar itu untuk mengontrol rumah sakit yang ada di kota ini.


Jesi yakin, dalang dibalik semua ini pasti adalah orang yang sangat berkuasa dibandingkan keluarga Stein!


Jesi tak ingin kalau ternyata ayah dari calon bayi yang dikandung Olivia adalah pria yang sangat hebat!


"Dok, saya akan bayar berapa saja agar anak itu bisa di aborsi!"


"Maaf Nyonya Jesi, aborsi adalah tindak ilegal dan melanggar hukum."


Olivia sangat khawatir saat mendengar ucapan dokter, ia beralih menatap Jesi dan berkata. "Ma ... apa yang dikatakan Dokter itu ada benarnya."


"Terus kenapa? Kau mau menentang keputusan ayahmu!?" marah Jesi tak terima.

__ADS_1


Olivia tak mengatakan apa-apa lagi, ia hanya diam membisu dengan wajah murung.


"Nyonya Jesi, kalau Anda terus memaksa putri Anda untuk melakukan aborsi, Anda bisa terkena pasal dan masuk penjara!"


Ucapan dokter terdengar seperti ancaman di telinga Jesi, wanita itu melirik perut Olivia sejenak—sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut karena merasa dipermalukan.


"Ck," decak Jesi menghentakan kaki sehingga high heelsnya berketuk dengan kasar saat berjalan meninggalkan Olivia.


Dokter hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku tak sopan Jesi yang tampak tak perduli dengan putrinya sendiri.


Dokter juga curiga kalau mereka bukanlah ibu dan anak.


"Nona Olivia, saya harap Anda mengerti," ucap dokter sambil tersenyum ramah.


Olivia menganggukan kepala, sejak ia datang ke beberapa rumah sakit dan ditolak. Dia sudah memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anak di dalam kandungannya!


Bahkan, jika ayah dari anak ini tak pernah ia temukan seumur hidupnya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2