
Alio menatap mata Olivia yang berkaca-kaca, berjalan perlahan dan berdiri di depan ranjang walikota Stein.
"Pak ... Pak Presiden?" ucap Oliver terkejut dan menatap pria itu dengan luar biasa. Pria itu mengira ia mungkin memiliki penglihatan kabur karena sudah berumur atau efek samping dari penyakitnya.
Tapi usai mengucek matanya, Oliver melihat kalau itu benar-benar Pak Presiden!!
Alio sedikit mengangguk dan menyapa pria itu. "Anda jangan terlalu khawatir! Tim penelitian ilmiah sudah membuat terobosan baru untuk obat hingga pengobatan yang efektif akan segera di produksi."
Perkataan pria itu sederhana tapi membawa kekuatan alami untuk menenangkan orang.
Setelah mendengar itu dari Alio, Olivia merasa cukup lega, wanita itu menggenggam tangan Oliver. "Ayah … ayah dengar itu, kan? Jangan menyerah, ayah harus tetap semangat. Nenek, Mama, Julia dan yang lainnya akan tetap bersamamu dan menunggumu."
Oliver Stein memeluk putrinya dengan erat, tangan pria itu tak sengaja melepas masker di wajah putrinya dan masker itu jatuh ke tong sampah di samping mereka, tapi Olivia tak menyadari itu sama sekali.
Alio terkejut dan mengerutkan keningnya, tapi tak mengatakan apapun.
Saat ayah dan anak itu selesai berbicara melepas rindu, Olivia bangkit dan mendapati mata Alio yang galak.
Hati Olivia sudah terasa berat dan ketika ia melihat mata Alio yang dingin, wanita itu merasa lebih sedih, air mata yang baru saja ia tahan hampir keluar lagi.
Ada masalah apa lagi dengan pria itu?
__ADS_1
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu?" tanya Alio melepas maskernya dan menggertak giginya.
"Anda bilang saya punya waktu 10 menit," jawab Olivia memeriksa jam tangannya. "Tapi, saya baru memakai waktu saya selama beberapa puluh detik."
"Kau tidak akan punya kesempatan lain untuk datang ke sini lagi!" sahut Alio meletakkan masker di wajah Olivia dan wanita itu bisa melihat wajah marah pria itu.
Olivia terkejut.
Inilah sebab Alio bersikap sangat galak.
Keluhan Olivia tiba-tiba menghilang dan perasaan campur aduk muncul dari hatinya, matanya langsung memerah.
"Kau, coba saja!" Alio marah dan menatap wanita itu dengan tajam.
Olivia menatap pria itu dan membantah. "Ini milik Anda! Jadi, Anda yang harus memakainya!"
Alio meraih tangan Olivia dan tak menunjukkan kelembutan, ia memelankan suaranya, berbisik. "Jangan membuat masalah lagi! Jika kau tertular virus, aku akan mengusirmu keluar dari rumah dan kau tidak akan pernah melihat putramu lagi!"
Suara Alio sangat pelan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengar.
Nada suara pria itu sangat galak dan penuh ancaman, tapi...
__ADS_1
Olivia tak membencinya sama sekali.
Sebaliknya, hati Olivia diselimuti kehangatan yang tak terkatakan dan emosi yang tak terkendali.
"Lalu … bagaimana jika Anda tertular?" tanya Olivia gugup.
"Aku tidak selemah dirimu!" jawab Alio cepat.
Di sisi lain, Oliver Stein tak bisa melihat mereka dengan jelas, tapi dengan penglihatannya yang buram, ia masih bisa merasakan ada sesuatu yang tak biasa di antara keduanya.
Olivia dan Pak Presiden ... Apakah memiliki suatu hubungan?!
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1