
Mwehehe, foto editan itu ternyata sangat membantu untuk menyingkirkan saingan Mama, sangat mudah! batin Olvi, lalu ia tersenyum licik.
#Flashback off
Alio tersenyum kecil. "Anak pintar."
Ketika mereka berjalan di luar, mobil sudah siap.
Para bodyguard berdiri sambil berbaris dan membuka pintu mobil kedua seperti biasa untuk mereka. Alio membiarkan Olivia masuk ke dalam mobil terlebih dahulu dan kemudian Olivia masuk kedalam mobil mengenakan piyama dengan putranya di pelukannya.
Setelah itu, rombongan mobil melaju ke Rumah Sakit terkenal dan terbaik No.1 di negara ini.
Di perjalanan, Alio menelpon dokter Lay untuk memastikan dokter Lay dan para ahli medis lainnya sudah menunggu mereka di sana.
Wajah Olivia tampak lebih pucat daripada wajah anak kecil itu.
"Jangan khawatir. Dokter Lay memberi tahuku anak-anak lebih rentan terkena masalah keracunan ini daripada orang dewasa karena pencernaan mereka lebih sensitif."
"Oke." Olivia mengangguk.
Perkataan Alio sekali lagi membuat wanita itu tenang, Alio bisa memberi kekuatan pada Olivia untuk menghadapi masalah ini.
Olivia tak tahu persis kapan tangan kecil anak itu menggenggam tangan hangat dan besar milik Alio.
Perasaan rumit menghampiri Olivia sekarang, jika Olivia merawat anak itu sendirian, ia tak bisa memberikan perawatan terbaik dalam waktu sesingkat ini.
Tapi pria itu berbeda...
__ADS_1
Alio bisa mendapatkan semua yang ia inginkan. Apa pun yang Olvi butuhkan atau inginkan, Alio bisa menawarkan yang terbaik.
Mobil melaju dengan sangat cepat.
Setelah beberapa saat, mobil-mobil itu berhenti di depan rumah sakit.
Staf rumah sakit menyambut mereka dan semua pasien di rumah sakit diminta untuk tinggal di ruangan mereka masing-masing.
Rumah sakit itu belum pernah sesepi ini sebelumnya.
Olvi benar-benar sudah kehilangan kesadarannya, anak itu pingsan. Para dokter membawanya ke ruang gawat darurat dan memompa perutnya.
Sementara itu, orang tuanya sedang menunggu di ruang rawat khusus VVIP.
Alio memberikan jaket untuk Olivia, tapi pria itu itu hanya mengenakan piyamanya dan bahkan tak mengganti sandalnya.
Beberapa orang memang terlahir sebagai bangsawan, Alio bahkan terlihat bagus dengan piyamanya.
Olivia takut Alio akan masuk angin. "Lebih baik aku menelpon Sebas untuk membawakan pakaian yang tebal untukmu. Bagaimana jika kamu sakit?"
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Aku tidak selemah itu," jawab Alio dengan lembut.
Alio memeriksa jam, sudah dua jam, pria itu bertanya-tanya bagaimana keadaan putranya itu sekarang.
"Pak Presiden, jangan khawatir. Dokter Lay bilang anak itu berhasil keluar dari kondisi kritis."
Staf medis tahu apa yang Alio khawatirkan.
__ADS_1
Tak ada yang tahu siapa anak itu kecuali Lay Hason.
Meskipun mereka mungkin bertanya-tanya, tak ada yang berani bertanya dan membicarakannya.
Terkadang tahu sedikit lebih baik atau mereka akan kehilangan nyawa mereka karena itu.
Olvi di bawa ke ruang rawat sekitar jam tiga.
Untungnya, anak itu keluar dari kondisi kritis.
Sebas menelepon dan memberi tahu mereka sakit Olvi disebabkan karena ayam.
Mereka terkejut ada bahan makanan kadaluwarsa di mansion dan entah bagaimana anak itu bisa memakannya.
Itu pasti akan membuat Alio marah, Olivia tak tahu bagaimana ia menghadapinya, wanita itu hanya melihat Alio berbicara di telepon dekat jendela.
Pasti ada aturan di mansion untuk menangani masalah itu.
Olivia tahu, ia sebaiknya tak bertanya pada Alio.
Wanita itu hanya khawatir dengan putranya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
__ADS_1
Thankyou so much and see you next part~