Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 247


__ADS_3

Brengsek! Alio merasa ingin membunuh para pria itu.


Mereka mendengar kedatangan rombongan Alio dan berbalik tanpa sadar.


Dari kejauhan, muncul seseorang pria berjalan di depan lampu mobil yang begitu terang dan di ikuti oleh beberapa orang-orang di belakangnya.


Mereka tampak seperti iblis yang menakutkan datang dari neraka.


Pari pria disekitar Olivia sangat terganggu oleh cahaya yang terang itu, sampai mereka dengan jelas melihat siapa orang itu sebenarnya.


Mereka terkejut ketika menyadari Presiden negara ini tiba-tiba muncul di sana.


Sekarang, mata Alio seperti elang dipenuhi dengan tatapan kemarahan, wajah agresif Alio tampak seperti singa yang menakutkan.


"Itu Presiden Alio!"


"Lari!!"


 


Seseorang mengenalinya, mereka ketakutan dan ingin melarikan diri naik sepeda motor.


Namun, orang-orang Alio telah mengalahkan mereka dengan kecepatan kilat, tak ada yang tahu bagaimana mereka melakukannya.


"Diam! Dan jangan ada yang bergerak!" Alio menggertak giginya dengan marah dan berjalan menuju Olivia.


Olivia sangat takut dan tubuhnya gemetar hebat, begitu Alio mendekati wanita itu ia membawa semua bodyguardnya.


Alio menghela nafasnya, ia melingkarkan tangannya di pinggang Olivia yang ramping dan memeluk wanita itu dengan protektif.

__ADS_1


Alio masih bisa merasakan getaran tubuh Olivia. "Its okay, kau sudah aman sekarang," ucap Alio pelan.


"..."


Olivia membisu dan jaket Alio sudah menutupi tubuhnya yang terekspos, jelas sekali Olivia merasa trauma. Alio sangat tahu itu, ia memberikan Olivia kehangatan dan menenangkan wanita itu.


Jika Alio datang terlambat semenit saja, pria itu tak berani membayangkan kalau wanita lemah yang malang itu mungkin saja tak bisa bertahan.


Olivia terlalu takut, air matanya tak tertahankan lagi dan perlahan berjatuhan.


Alio sangat marah, melihat wanita miliknya terluka, ia segera mengambil pistol.


Pistol di tangan Alio mengerat, Alio menggertakkan giginya sambil menatap pria yang berani-beraninya menodai wanita kesayangannya.


"Tutup matamu!" perintah Alio pada Olivia.


"Tembak mereka!" ucap Alio dingin tanpa ampun.


DORR!!


Suara tembakan langsung terdengar setelah perintah diucapkan.


Jeritan para pria yang berteriak kesakitan terdengar memenuhi tempat itu.


Orang-orang Alio membawa beberapa orang lainnya kehadapan Alio sambil menodongkan senjata ke kepala mereka.


Ketika beberapa dari mereka melihat adegan itu, mereka berlutut di tanah dan memohon belas kasihan.


Alio melemparkan pistol ke Arnold, tanpa ekspresi. "Jangan biarkan mereka hidup! Oh, sisakan satu dari mereka dan bunuh yang lainnya!"

__ADS_1


Sikap Alio menunjukkan sikap dinginnya dan juga kekejamannya.


Bagaimanapun, Olivia, sudah pingsan sedari tadi karena ketakutan yang berlebihan.


Alio membopong Olivia masuk ke dalam mobil.


Dalam perjalanan pulang, suasana di mobil sangat mencengkeram. Alio memeluk Olivia dengan erat, dari awal hingga akhir, ekspresi Alio menunjukkan kekhawatiran dan ketakutan, tangan pria itu mengepal sambil menatap Olivia.


Arnold tak berani mengatakan apa-apa dan memecahkan kesunyian sepanjang jalan, kecuali menelpon dokter Lay untuk memastikan Lay segera datang ke kediaman Presiden secepat mungkin.


Olivia merasa bahwa ia telah jatuh ke dalam jurang kegelapan yang sangat dalam dan tak berujung, ia mengalami mimpi buruk yang terus menyiksanya, seolah-olah sekelompok monster buas mengejar dirinya.


Olivia berteriak minta tolong, tapi tak berhasil, di ujung keputusasaan seorang pria datang menyelamatkannya.


...—oOo—...


"Bagaimana keadaannya? Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Alio pada dokter Lay dengan wajah serius, ketegangan masih terlihat di wajah pria itu.


Sampai sekarang, Alio masih sangat khawatir dengan Olivia.


"Lukanya sudah diobati, untungnya luka di tubuhnya hanya memar. Tapi, karena dia sangat ketakutan dan mengalami serangan panik, ia terluka secara mental, trauma psikologis akan relatif berat dan mungkin butuh waktu yang lama untuk beristirahat."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2