Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 291


__ADS_3

"Apa yang kamu bicarakan dengan Lucas tadi?" tanya Alio dengan suara dingin.


Olivia menjawab dengan santai, "Dia mengajakku pulang bersamanya, tapi aku menolak."


Alio tak membiarkan Olivia bergerak dan memeluknya semakin erat. Pria itu menatap bibir Olivia dengan tak senang dan tiba-tiba mengeluarkan tisu basah untuk menggosok bibir Olivia beberapa kali dengan kasar.


"Sakit! Apa yang kamu lakukan!?" protes Olivia sambil mendorong tangan Alio.


Melihat ekspresi Olivia yang merasa tak nyaman, Alio melepaskan tangannya dan melepaskan pelukannya.


Bibir Olivia terasa panas dan ia menatap Alio dengan sedikit kesal, kemudian berbalik untuk duduk di sampingnya.


Untungnya, ruang di dalam mobil itu cukup besar, Olivia duduk di posisi paling kanan, setengah meter dari Alio.


Sepanjang jalan, keduanya tak berbicara satu sama lain lagi.


Alio hanya menjawab telepon sepanjang perjalanan.


Alio sangat sibuk dan pria itu membahas urusan politik yang sangat penting dengan pihak lain.


Olivia tak berani mendengarkan semua pembicaraannya, hanya bersandar pada jendela mobil, menatap hampa pada langit malam di luar jendela.


Wajah Alio yang tampan tercermin di jendela dan Olivia yang melihatnya tak bisa menahan diri.

__ADS_1


Jari Olivia tanpa sadar menyentuh kaca mobil dan ujung jarinya menyentuh dengan lembut wajah Alio yang terpantul di jendela.


Hubungan mereka yang terjalin karena sebuah kesalahan dan pada akhirnya hanya satu pihak yang mengalami sad ending.


Tak terasa Olivia tiba di lingkungan apartemennya.


Memikirkan sesuatu, Olivia menoleh pada Alio dan berkata. "Tunggu aku! Aku akan segera kembali."


Alio menatap Olivia seolah berusaha mencari tahu isi pikiran wanita itu. Namun, Alio tak bisa menebaknya.


Ketika sosok Olivia menghilang, Alio duduk diam di mobil untuk sementara waktu.


Alio diam di dalam mobil dengan pintu tertutup selama dua puluh menit.


Olivia membuka pintu dengan pelan dan berdiri di depan pintu. 


Setelah pintu itu terbuka, tampak sosok pria tampan tinggi yang tersembunyi dalam keremangan.


Jendela dekat Alio terbuka, Alio sedang merokok, Olivia jarang melihat pria itu merokok. 


Tapi yah sudahlah.


Melihat Olivia datang, Alio memadamkan puntung rokoknya dan membuangnya ke tempat sampah yang berada di dekat jendela.

__ADS_1


Olivia hati-hati memegang dua kotak di tangannya.


Ketika Olivia mendekati Alio, ia menyerahkan kotak-kotak itu kepada pria itu dengan hati-hati. "Ini terimakasih."


Alio mengangkat kepalanya dan melirik kotak-kotak itu. "Apa ini?"


"Ini adalah perhiasan dan gaun yang aku kenakan di pesta malam ini," jawab Olivia.


Alio mengerutkan kening. "Aku tidak akan pernah mengambil kembali apapun yang sudah kuberikan pada seorang wanita."


Olivia tersenyum tipis. "Dengarkan dulu alasanku, Alio. Aku mendengar dari Alea bahwa barang-barang ini sangat berharga untukmu dan aku merasa tidak nyaman menerimanya. Selain itu, aku tidak bisa menerima hadiah yang begitu berharga bagi orang lain."


Mata Alio menatap dingin dan pria itu mendekati Olivia yang kemudian mundur menjaga jarak. "Jika itu masalahnya, buang saja jika kamu tidak suka."


Olivia menatap Alio dalam waktu yang lama dan menghela nafas pelan. "Ini sangat berharga bagimu! Aku tahu itu, jangan di buang. Bawa saja kembali bersamamu!"


Lalu Olivia menyerahkan dua kotak itu pada Alio.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)

__ADS_1


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2