Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 19


__ADS_3

Awalnya, Olivia tak ingin mandi dan mengganti pakaiannya. Tetapi sekarang, mustahil baginya untuk menolak, karena ia langsung dibawa oleh para maid ke kamar mandi dan dipaksa untuk masuk kedalam bathub super deluxe.


Olivia ingin berhenti, tetapi tubuhnya malah mengkhianatinya! Tubuhnya terlalu nyaman di pijat-pijat oleh para maid seperti pijatan spa mahal.


Olivia semakin larut dan malahan ia tak mau mengakhiri kenikmatan ini! Olivia jarang menghabiskan waktu dan uangnya untuk merawat diri. Karena semua waktu dan juga uangnya ia habiskan untuk anaknya, Olvi.


Pria itu pasti sangat kaya, batin Olivia.


Kenapa? Dari barang-barang yang ada di kediaman ini ... semuanya terlihat sangat jelas meski hanya dengan sekali lihat!


Untuk ukuran kamar mandinya saja, bernilai biaya kehidupan keluarga Stein selama satu bulan!


Di lihat dari perlakuan pria itu, Olivia berpikir.


Apakah dia benar-benar ingin mengambil Olvi dariku?


Olivia merenung sejenak, haruskah Olivia mempercayakan Olvi kepada pria itu?


Mungkin, bukan keputusan yang buruk jika dia memberikan Olvi kepada pria itu.


Selama putranya itu sehat, hidup dengan nyaman, makan dan minum dengan baik, ia tak akan mempermasalahkan itu.

__ADS_1


Olivia bersandar di bak mandi lalu melihat ke langit-langit kamar mandi tersebut sambil mencoba untuk menenangkan pikirannya.


Tapi, Olivia merasa takut ... Ia takut kalau Olvi akan melupakannya setelah mendapatkan ayah yang sangat kaya raya.


...-oOo-...


Setelah selesai mandi, Olivia pun keluar. Kemudian melihat para maid sudah berjejer rapi menunggunya di luar kamar mandi.


Olivia masih saja terkejut dengan perlakuan para maid yang memperlakukannya bagaikan nyonya di kediaman ini.


Haha, itu mustahil. Olivia membatin sambil tersenyum kecut.


Para maid membawakan Olivia beberapa dress dari desainer terkenal yang harganya pasti sangat fantastis!


Karena sampai sekarang ini ... keluarga Stein hanya mempedulikan satu putri!


Yaitu, Julia Stein.


Olivia segera menggelengkan kepalanya agar berhenti memikirkan hal-hal yang tak berguna dan hanya akan membuatnya sakit hati.


"Pria itu sangat baik walaupun dia bajingan!" ucap Olivia sambil tersenyum lalu ia memakai dress yang menurut dirinya bagus.

__ADS_1


Dress itu terlihat lebih sederhana daripada dress yang lainnya karena berlian yang menempel pada dress itu tak sebanyak berlian-berlian yang menempel di dress lain.


"Nona Olivia, Anda sangat cantik!" puji salah satu maid saat melihat Olivia yang sudah selesai mengenakkan dress-nya.


Olivia tersipu dan tersenyum malu, kemudian berkata. "Terimakasih."


30 menit kemudian...


Karena merasa sangat bosan, Olivia akhirnya bertanya pada maid yang saat ini berdiri dengan hormat di dekatnya. "Berapa lama lagi saya harus menunggu di dalam kamar?" tanyanya.


"Anda bisa turun ke bawah sekarang juga. Sebentar lagi Tuan akan pulang," jawab salah satu maid dengan sopan.


Setelah mendengar itu, Olivia langsung tersenyum. Ia sangat tak sabar menanti melihat wajah pria bajingan itu!


Olivia pun menuruni anak tangga dengan perasaan yang sangat gembira.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2