Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 60


__ADS_3

Kemudian, suara anak itu tiba-tiba muncul dari balik selimut. "Kalian bisa mengabaikan aku ~ silahkan tidur dan punya bayi!"


Olivia menutup matanya dan berpura-pura tidur lagi, yang jelas jika ia terus menerus begini, malam ini ia pasti akan disiksa sampai mati oleh pertanyaan putranya sendiri.


Ditambah lagi seorang pria berbaring di sebelahnya, Olivia Pikir ia tak akan bisa tertidur.


Namun, rasa kantuk segera menghampiri dan menaklukkannya.


Di tengah malam, Olivia sudah tertidur nyenyak hingga lupa dimana ia berada.


Saat Olivia berbalik, ia menyentuh sesuatu dan mengira itu adalah Olvi, jadi ia tersenyum manis lalu mengulurkan tangannya untuk memeluknya dengan erat.


Ditambah lagi, tanpa sadar Olivia menyelipkan wajah di dada pria itu dengan manja.


Alio sangat susah tidur karena insomnia, baru saja ia tertidur 10 menitan, ia langsung terbangun oleh pelukan Olivia.


Pria itu menatap Olivia dengan tatapan dingin, Olivia sedang tertidur nyenyak dan wajahnya saat ini terlihat imut dan sedikit kekanak-kanakan.


Sulit dipercaya kalau wanita ini sudah memiliki anak berusia empat tahun.


Kali ini Olivia menekan dada Alio dengan tubuhnya, membuat pria itu menahan napas karena mereka berdua sangat intim.


Alio mengerutkan kening. "Hei, Olivia?"


Pria itu memanggilnya dengan suara rendah dan dengan lembut menyentuh bahu Olivia.

__ADS_1


Olivia sangat ramping sehingga Alio bisa memegang pergelangan tangannya hanya dengan satu tangan.


"Ssst … Olvi, diam!" Olivia berbisik dengan mata tertutup, meletakkan jari-jarinya di bibir lembut Alio.


Benar-benar keterlaluan! Wanita ini menganggapku sebagai putranya?


Alio menyentuh wajah Olivia dengan jari-jarinya dan kemudian sedikit mendongakkan wajah wanita itu.


"Olivia, kau tahu siapa aku?"


"Anakku … Olvi ..." Olivia tersenyum manis, dan tiba-tiba mencium bibir pria itu.


Sentuhan basah dan panas membuat Alio bergetar, ia merasa seperti ada sengatan listrik melalui bibir Olivia yang menyerang seluruh tubuhnya hanya dalam hitungan detik.


Alio terengah-engah sambil menatap wanita yang sudah menciumnya, kemudian Olivia melepas ciumannya dan tetap tidur seolah-olah tak ada yang terjadi.


Tiba-tiba...


Wanita itu menciumnya lagi tanpa sadar.


"Beraninya kau menciumku lagi!"


Pria itu memperingatkan Olivia dengan suara rendah yang terdengar serak dan seksi.


"Olvi, kamu sangat nakal..." Olivia menggerutu dan kemudian meletakkan bibirnya yang kenyal di bibir Alio.

__ADS_1


Ketika Olivia hendak melepaskan ciumannya seperti sebelumnya, bibir bawahnya tiba-tiba digigit.


Akhh…


Olivia bangun dengan kaget dan alisnya tampak berkerut.


Dia pikir itu adalah perbuatannya Olvi.


Namun, ketika Olivia membuka matanya, wajah dingin Alio ada di hadapannya.


Olivia langsung sadar, ternyata itu bukan Olvi, melainkan ... ayah Olvi!


Jadi…


Pria yang ia cium dua kali tadi adalah ... Pak Presiden?


Olivia meratap panjang di dalam benaknya dan merasa menyesal, ia sangat ingin menampar dirinya sendiri.


Karena melihat Olivia panik, Alio berkata dengan suara rendah. "Kau ingin menciumku berapa kali lagi?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2