
Apakah Olivia salah paham dan memuji pria itu lagi? Olivia harus tahu bahwa … tak mungkin Alio pilih kasih dan melanggar prinsipnya hanya demi rakyat sipil biasa.
Olivia kecewa entah bagaimana, tapi untungnya … ia tak memberi tahu Alio mengapa ia ingin berterima kasih padanya.
Kalau tak, Alio akan menganggapnya bodoh karena Olivia memujinya tanpa alasan.
Olivia cemberut dan beberapa saat kemudian, ia teringat sesuatu yang penting. Wanita itu pulih dari kekecewaannya dan bertanya. "Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa bisa mengatasi hal ini? "
"Nona Olivia, bukankah seharusnya kamu mentraktirku makan malam sebagai ucapan terima kasih?"
"Tentu saja aku akan mengucapkan terima kasih. Tapi, karena kamu adalah pria yang aku kencani, aku harus mengetahui identitas asli kamu dulu, kalau saja kamu menculikku lain kali saat aku kencan denganmu." Olivia memusatkan seluruh perhatiannya pada Lucas tanpa menyadari kalau Alio melemparkan tatapan dingin setelah mendengar kalimat 'Pria yang aku kencani'.
Tampaknya … Olivia cukup menikmati kencan buta terakhir kali.
Jadi, apakah mereka akan saling jatuh cinta? Atau apakah Olivia benar-benar berniat menikahi pria itu?
Alio mengencangkan cengkeramannya di cangkir saat memikirkan hal itu.
"Hahaha." Lucas tertawa ceria. "Baiklah, kita akan bertemu beberapa hari lagi, kan? Ketika kita bertemu, aku akan memberitahumu, oke?"
__ADS_1
"Nenekku bilang, kamu adalah guru sekolah menengah yang sudah bercerai," ucap Olivia memastikan.
"Berarti nenekmu sudah semakin tua, itu wajar baginya mencampuradukkan beberapa hal. Tapi, aku harus menyatakan bahwa aku masih perjaka dan perceraian itu benar-benar tidak masuk akal!"
Olivia tertawa. "Jangan berbohong padaku, aku tidak percaya itu. "
"Baiklah, ini sudah larut malam, kamu harus melakukan penilaian besok, sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. Setelah delapan hari, kita akan bertemu di Lapangan Golf Gomes atau berikan aku alamatmu! Aku akan menjemputmu, mari kita bertemu lebih awal, jadi kita bisa sarapan bersama."
"Lapangan golf Gomes?" Olivia berpikir sejenak. "Baiklah, aku akan menemuimu disana delapan hari lagi."
"Mhm, good night!"
"Good night!"
Seorang guru sekolah menengah? Seorang pria yang bercerai?
Informasi yang diberikan oleh neneknya sangat tak bisa dipercaya. Lucas jelas seorang tuan muda yang playboy!
Saat memikirkannya, suara gemerisik datang dari belakangnya. Olivia tersadar lalu menoleh dan melihat Alio berdiri dari sofa.
__ADS_1
Alio terlihat sangat serius dengan otot wajahnya yang menegang, pria itu meletakkan cangkir teh di atas meja di depannya, membuat suara keras yang terdengar sangat tajam di malam yang sepi.
Olivia terkejut dan menatapnya dengan heran.
Alio naik ke atas, sementara punggungnya terlihat kaku dan acuh tak acuh, seperti seluruh tubuhnya ditutupi dengan lapisan es.
Olivia sedikit mengerutkan kening karena kebingungan. Apakah aku menyinggung perasaannya? Mengapa wajah pria itu menjadi sangat serius?
Olivia tak berani bertanya, karena suasana hati Alio selalu berubah-ubah.
Olivia diam-diam mengikuti Alio ke atas.
Wanita itu dengan hati-hati melambat untuk berjalan di belakang Alio.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~