
Pintunya baru saja terbuka sedikit dan Olivia langsung mendengar tawa lembut Angela Scarlett.
"Ketika kita masih muda, Anda tidak pernah memberi saya kesempatan menang dengan mudah di papan catur, tapi sekarang Anda melakukannya."
"Saya tidak menyangka Nona Scarlett masih mengingat hal sekecil itu saat kita masih muda dulu."
"Tentu saja Pak Presiden, panggil saja saya Angela!"
Alio mengangguk kecil dan melihat ke atas kepala Angela.
Wanita itu tak memakai jepit rambut berlian yang sudah ia kirimkan padanya.
"Apakah Anda tidak menyukai hadiah yang saya berikan?" Alio bertanya sembari menggosok dengan lembut catur kristal di tangannya.
"Saya menyukainya, saya sangat suka hadiah dari Anda! Ibu saya juga berkata, Pak Presiden memiliki selera yang bagus. Tapi, hadiah dari Anda sangat berharga dan saya sangat menyayanginya untuk dipakai. Karena saya takut, kalau saya tak sengaja menghilangkannya."
Alio tersenyum tipis. "Gunakan saja kapanpun Anda mau. Jika hilang, saya akan membelikannya lagi untuk Anda. "
Angela Scarlett merasa sangat senang, jadi suaranya juga menjadi lebih manis. "Ini adalah hadiah pertama yang diberikan Anda kepada saya, jadi terlalu spesial untuk diganti."
Mendengar apa yang mereka bicarakan dari pintu, Olivia merasa dirinya melakukan sesuatu yang tak berguna.
__ADS_1
Apa yang dikatakan Nona Scarlett dan ekspresinya menunjukkan kekagumannya pada Alio.
Dan Alio juga memperlakukan Angela Scarlett dengan kelembutan yang langka.
Sementara Alio selalu acuh tak acuh pada Olivia. Memikirkan itu, Olivia merasa sedikit kesal.
Apa yang aku pikirkan? Mengapa aku peduli dengan urusan antara Presiden dan calon ibu negara? Apakah itu ada hubungannya denganku yang seorang rakyat biasa? batin Olivia menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan semua pikirannya.
Kemudian, Olivia mulai berjalan masuk ke dalam dengan teh dan dessert.
Mereka berdua bermain catur internasional, di mana bidak catur terbuat dari kristal dan papan catur terbuat dari emas dan masing-masing dari mereka menempati satu sisi.
Olivia tak ingin mengganggu permainan mereka, ia hanya meletakkan teh dan dessert di samping mereka dengan tenang.
Ketika Olivia berbalik dan siap untuk keluar, ia langsung dihentikan oleh Angela Scarlett.
"Apakah kamu wanita yang di atas tadi?" tanya Angela kemudian.
Alio mengangkat kepalanya dan melihat Olivia, kemudian pandangannya menjadi sedikit lebih dalam.
Sangat jarang Alio melihat Olivia begitu patuh, apalagi wanita itu sampai mengenakan seragam maid.
__ADS_1
"Halo, Nona Scarlett. Karena butler bilang nanti akan turun hujan, saya naik ke atas untuk menutup jendela." Olivia menjelaskan.
"Kamu ... adalah maid?" Angela Scarlett menatap Olivia dari atas sampai ke bawah dengan curiga.
"Ya, benar."
"Kalau begitu tetaplah di sini dan bantu aku mengupas kepiting!" ucap Angela sambil melirik kepiting yang tampak lezat karena ia sangat menyukai kepiting.
Hah?
Olivia tertegun, Nona Scarlett benar-benar melihatnya sebagai maid yang bisa disuruh?
Sambil menatap Nona Scarlett, pada awalnya Olivia tak ingin melakukan itu.
Namun, Olivia mengubah rencananya setelah berpikir panjang, jika ia masih ingin menemani Olvi di kediaman Presiden, ia tak boleh sampai diusir oleh Nona Scarlett.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~