Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 8


__ADS_3

Mereka semua bertanya-tanya dalam hati, namun tak ada yang berani bersuara kecuali Dr. Liam itu sendiri.


"Ada apa ini sebenarnya Dokter Keenan? Tolong jelaskan pada saya agar saya bisa mengerti," tanya Dr. Liam tetap sopan lantaran ia bingung dengan situasinya.


Asisten Dr. Keenan langsung menghampiri Dr. Liam dan berbisik di telinganya untuk menjelaskan.


"Begini Dr. Liam, pihak rumah sakit baru saja mendapatkan panggilan telepon dari orang yang sangat penting. Katanya, setiap rumah sakit yang nekat melakukan aborsi kepada pasien yang bernama Olivia Stein ... maka, mereka akan menanggung akibatnya!"


Dr. Liam pun jadi penasaran dengan orang yang sudah memberikan perintah itu.


"Memangnya, siapa orang itu?"


Asisten Dr. Keenan pun berbisik lagi ke telinga Dr. Liam, saat ia menyebutkan siapa nama orang itu, Dr. Liam sontak terkejut bukan main!


Dr. Liam bahkan sampai melongo saking terkejutnya dan tubuhnya pun langsung merinding.


"Ba-bagaimana orang itu bisa—" Dr. Liam tampak syok hingga tak mampu menyelesaikan kalimatnya.


Beberapa saat kemudian, setelah Dr. Liam berhasil menenangkan dirinya, ia langsung menghampiri Olivia lalu berkata, "Nona Olivia, mari ikut keluar bersama kami!" ajaknya.

__ADS_1


Kemudian, Dr. Liam memberi isyarat kepada dua orang perawat tadi.


Dua perawat itu pun langsung melaksanakan tugasnya dan dengan cepat mereka membantu Olivia turun dari bankar.


"Nona Olivia, mari…," ucap salah seorang perawat yang meminta Olivia untuk mengikutinya kembali.


"Nona Olivia, mohon berhati-hati dengan kandungan Anda, jangan sampai terluka!" ucap Dr. Liam sambil tersenyum lebar.


Olivia langsung mengerinyitkan alisnya, ia sungguh kebingungan dengan situasi ini. "Kenapa saya tidak jadi menggugurkan kandungan saya, Dok?" tanyanya penasaran.


"Nona Olivia, jangan menanyakan alasannya, karena yang pasti—rumah sakit kami tidak boleh mengaborsi bayi di dalam kandungan Anda," jawab Dr. Liam ramah.


"Saran saya, lebih baik Nona Olivia melahirkan saja di rumah sakit kami. Saya pastikan, Anda akan melahirkan dengan nyaman di rumah sakit ini," lanjut Dr. Liam membujuk Olivia dengan mulut manisnya.


"Mari ikut ke ruangan saya Nona Olivia, saya akan memberi Anda beberapa vitamin agar anak yang ada di dalam kandungan Anda tumbuh dengan sehat."


Karena tak ada alasan untuk menolak, Olivia pun mengangguk dan tanpa ragu mengikuti ajakan Dr. Liam.


Jesi yang melihat itu langsung mengikuti Olivia diam-diam.

__ADS_1


Saat mereka tiba, Dr. Liam langsung menjelaskan panjang lebar kepada Olivia tentang apa saja yang harus Olivia lakukan dan juga hindari selama masa-masa kehamilannya.


"Dok, apakah ini adalah perintah dari ... Ayah anak yang ada di dalam kandungan saya?"


Ekspresi Olivia saat bertanya tampak tenang, namun tatapan matanya terlihat sangat tajam.


Dr. Liam cukup tertekan dengan tatapan menusuk-nusuk yang dilontarkan oleh Olivia.


Dia langsung menggelengkan kepalanya dan menolak menjawab pertanyaan gadis itu. "Maaf, Nona Olivia. Saya—"


Namun, ucapan Dr. Liam langsung terhenti dan perhatian keduanya pun langsung teralihkan.


"Olivia, apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak menggugurkan kandunganmu?" sela Jesi yang tiba-tiba masuk.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2