Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 125


__ADS_3

"Tidak ada alasan, keluarga Taylor tidak mudah dihadapi."


Olivia mengerutkan bibirnya. "Aku pikir dia cukup baik, bagaimanapun juga ... meski dia sulit dihadapi, dia jauh lebih bisa diandalkan daripada kamu."


Olivia mengatakan kalimat terakhir dengan suara yang sangat pelan.


Karena tak mendengar perkataan Olivia dengan jelas, Alio berbalik menatap wanita itu dengan dingin lalu membalas. "Sebaiknya kau tidak mengabaikan kata-kataku! Jika kau ingin pergi kencan buta, setidaknya kau harus memilih pria yang cocok. Apakah kau pikir mungkin orang seperti Lucas menikah denganmu?"


Kata-kata Alio membuat Olivia tertegun dan harga dirinya telah terluka.


Olivia berpikir, tampaknya ia sangat naif, ia tak bisa meraih Alio ataupun Lucas.


Saat Olivia sedikit lebih dekat dengan salah satu dari mereka, orang lain akan berpikir ia sudah terlalu percaya diri.


Itu adalah pemikiran orang lain dan pemikiran juga Alio, jika orang lain seperti Yuta mengatakan itu, Olivia tak akan merasa terlalu sedih.


"Ya, dia tidak akan menikah denganku. Bagaimana mungkin orang-orang seperti kalian, yang hidup di dunia lain dan lebih unggul dari yang lain, menganggap lebih orang biasa sepertiku?"


Kemarahan Olivia terlihat jelas dalam nada suaranya, Alio mengerutkan kening dan menoleh pada wanita itu.


Olivia selesai membalut luka Alio, sambil meletakkan kain kasa dan obatnya, ia bersuara lagi dengan acuh tak acuh. "Jika tidak ada yang lain lagi, aku akan pergi tidur."

__ADS_1


Setelah itu, Olivia berbalik untuk segera pergi.


Melihat punggung wanita itu, Alio sangat tertekan sehingga ia tanpa pikir panjang langsung meraih tangannya.


Olivia tak menyangka situasi ini akan terjadi, napas Alio membalut bagian atas kepala Olivia yang membuat wanita itu terengah-engah.


Olivia mendongak dan menatap mata Alio yang dalam, lalu tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang.


Olivia merasakan bahaya tapi tak tahu apa itu, ia ingin pergi, tapi Alio memeluk pinggangnya yang ramping dengan satu tangan.


Pria itu hanya memeluk Olivia dengan sedikit tenaga dan tak terlalu kuat, namun Olivia tak bisa bergerak.


Olivia mencoba melepaskan tangan Alio, tapi setelah itu tangannya dipegang erat oleh tangan Alio yang satunya.


Jari-jari Olivia terikat dengan jari Alio.


"Pak ... Pak Presiden..." Olivia ingin menegur pria itu dan mendorongnya. Namun, tak ada kemarahan dalam suara Olivia sama sekali, sebaliknya … suaranya terdengar sangat lembut.


Saat ini, Olivia hampir membuat Alio kehilangan akal sehatnya.


Tatapan Alio menyapu mata Olivia dan kemudian tertuju di hidungnya yang indah.

__ADS_1


Lalu…


Bibir Olivia yang kemerahan dan lembut itu sedikit terbuka.


Mata Alio tertuju di sana, berhenti selama beberapa saat dan tak berpaling sama sekali.


Tiba-tiba tatapan pria itu menjadi dalam dan berbahaya.


Olivia menyadari tatapan Alio, tenggorokannya menegang dan tanpa sadar wanita itu mencoba melarikan diri.


Namun, sebelum Olivia bereaksi, bibir pria itu sekali lagi mencium bibirnya dengan tiba-tiba.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2