
"Arnold, buang orang itu!" perintah Alio dengan wajah dingin.
"Oke, kak," jawab Arnold cepat.
"Eh, tunggu dulu! Arnold, aku nggak mau pergi sekarang. Kamu denger nggak? Waktu kamu sakit dulu, aku yang ngerawat kamu lho!" Dokter Lay meronta.
Namun, Arnold tetap menyeret dokter Lay hingga ke pintu.
"Maaf ya, kak Lay. Kamu mengganggu obrolan aku sama Kak Alio. Coba aja jalan-jalan ke luar sana, udaranya enak dan sejuk!" ujar Arnold.
"Siapa yang mau jalan-jalan keluar di cuaca dingin gini?" protes dokter Lay.
Meski dokter Lay mengeluh terus-menerus, Arnold tetap menutup pintu dan tak membukanya lagi.
Dokter Lay menggedor pintu dengan kesal, tapi tak ada yang merespons.
Ketika pria itu berbalik, ia melihat Rena keluar dari ruang desinfeksi.
Dokter Lay menatap staf medis di belakang Rena dengan tajam. "Bagaimana kalian bisa mencegah virus dengan mengenakan pakaian APD setipis itu?! Pakai satu APD lagi! Dan untuk maskernya, pakai satu lagi! Sarung tangannya juga, pakai dua pasang lagi!"
...—oOo—...
__ADS_1
Saat Olivia bertemu dengan Rena, hampir seluruh tubuh sahabatnya itu tertutup pakaian pelindung.
"Berapa lapis yang kamu kenakan? Apakah kamu masih bisa berjalan dengan itu, Ren?" tanya Olivia hampir tertawa.
Rena sangat kesal, ia yakin kalau Lay Hason sengaja mempermalukannya.
Sekarang, Rena terlihat sangat gendut dan gemoy dan ia bahkan tak bisa bernapas sebebas biasanya.
Pria jahat itu ingin membunuhku secara perlahan-lahan!
"Lay Hason, aih, dasar brengsek!" Rena merenggut satu masker dengan marah.
"Ya, itu kan perintah Dokter Lay. Jangan diambil hati dan berhenti membongkar-bongkar! Sekarang virusnya sedang aktif, dokter Lay mungkin khawatir akan lebih banyak orang yang terinfeksi," sahut Olivia.
"Kenapa sih kamu sangat kesal sama dia? Apa dokter Lay menyinggung perasaanmu?" tanya Olivia sambil berbaring di tempat tidur dengan jarak yang aman dari Rena.
Rena terdiam, merasa sedih dan memutar tangannya kesal. "Jangan bicara lagi soal dia! Kamu sendiri gimana, masih merasa sakit?"
Olivia melirik Rena dengan rasa ingin tahu yang memuncak, ia merasa ada yang aneh ketika mereka membicarakan tentang Dokter Lay.
Apakah ini hanya imajinasi Olivia saja?
__ADS_1
Namun sebelum Olivia bisa bertanya lebih banyak, ada yang mengetuk pintu dari luar.
"Nyonya Olivia, Nona Julia ada di luar. Dia ingin bertemu dengan Anda," ucap seorang maid.
"Julia? Ada urusan apa wanita ular itu datang mencari mu?" tanya Rena dengan ekspresi wajah tak senang.
Olivia merasa curiga dan tak nyaman saat mendengar kabar Julia datang mencarinya. Beberapa waktu lalu, Julia bahkan pernah menamparnya tanpa alasan.
Olivia ingin tahu apakah saudara tirinya itu masih berani bersikap liar di tempat ini? Disaat ada banyak mata yang mengawasinya?
"Izinkan dia masuk dan tuntun dia langsung untuk menemui ku!" titah Olivia kemudian.
"Baik, Nyonya…," balas seorang maid yang membawakan kabar tadi dengan sopan, lalu ia pun pergi melaksanakan tugasnya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thank you so much and see you next chapter~