Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 124


__ADS_3

Olivia sedang menunggu di luar pintu dan saat pintu terbuka, tubuh telanjang bagian atas pria yang tinggi dan kuat itu menabrak matanya tanpa peringatan.


Meskipun sebelumnya Olivia telah merawat Alio dan membantu pria itu untuk menyeka tubuhnya.


Tapi…


Sejak terakhir kali Olivia disakiti oleh perkataan Alio, bagaimana mungkin Olivia berani menatap langsung pada pria itu?


"Ini sudah larut malam, tapi kau berani datang kesini, tidak takut jadi mangsaku, ya?" ucap Alio menyipitkan matanya, menatap Olivia dari atas ke bawah dan mengamati kekhawatiran wanita itu.


Olivia merasa sangat malu, tiba-tiba ... ia mendapat inspirasi, sebuah ide bagus muncul seketika.


"Jangan bicara omong kosong! Aku ... aku datang kesini untuk meminta uang padamu," jawab Olivia asal.


Wanita itu sangat percaya diri, lalu mengangkat telapak tangannya dan meminta pada Alio. "Beri aku uang!"


"Uang apa?" Alio menatap telapak tangan Olivia.


"Apakah kamu lupa dengan apa yang kamu katakan? Pada hari terakhir aku merawatmu, kamu bilang kalau Arnold akan membayarku, kan? Aku sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi permintaanku tertunda. Karena aku sudah memikirkannya, berikan saja aku uang sekarang sebelum kamu lupa lagi nanti." Olivia menjelaskannya dengan nada jutek.


Alio melemparkan tatapan dingin pada wanita itu. "Ikuti aku!"


Pria itu berbalik dan berjalan masuk ke dalam. Lalu, Olivia melihat luka di punggungnya.


Alio sosok yang hampir sempurna, tampak kurus saat mengenakan baju, sementara berotot saat melepas baju.

__ADS_1


Pria itu telanjang dada saat ini, dengan otot-ototnya dan ikat pinggang yang menjulang membuatnya terlihat sangat seksi.


Tapi…


Luka tersebar di punggungnya.


Namun, ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan! Itu hanya membuatnya terlihat lebih maskulin.


"Berapa banyak yang kamu inginkan?" Alio mengeluarkan buku cek.


Olivia jelas merupakan orang pertama yang berani meminta uang dari pria itu.


Masih menatap punggung Alio, Olivia tak mendengar perkataan pria itu.


Alio melirik ke arah Olivia dan mendapati kalau wanita itu sedang menatapnya sambil melamun.


"Hah?" Olivia tersadar dan menenangkan dirinya saat mendengar itu, lalu ia menjelaskan. "Jangan salah paham! Aku hanya melihat lukamu. "


"Ini semua karena kau!"


Kenapa juga kamu berteriak padaku dan menggendongku di pundakmu? pikir Olivia mengeluh pada dirinya sendiri.


"Ayo duduk, biarkan aku membantumu mengobati lukamu!" balas Olivia kemudian.


"Bukankah kau menyesal karena seharusnya kau tidak merawatku waktu itu?" tanya Alio kemudian.

__ADS_1


"..." Olivia merasa tertekan.


Kenapa pria ini selalu membantahku menggunakan kata-kataku sendiri?


Meskipun Alio berusaha keras untuk membantah Olivia, pria itu tetap duduk.


Alio mengangkat dagunya untuk menunjuk kain kasa dan obat, pria itu hanya khawatir dengan bagaimana Olivia menangani luka di punggungnya.


Olivia tak mengatakan apa-apa saat itu, dengan hati-hati ia merawat luka Alio dengan tangkas.


"Bagaimana kau mengenal Lucas?" Alio tiba-tiba membuka mulutnya dan bertanya.


"Apa?"


"Menjauhlah darinya!"


Nada bicara Alio menunjukkan bahwa ia tak sedang meminta pada Olivia, melainkan memerintah wanita itu.


"Kenapa?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2