Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 76


__ADS_3

"Olvi, kamu mungkin harus tinggal sendirian di sana selama beberapa hari. Jadi, Mama tidak bisa pulang menemanimu di malam hari."


"Kenapa?"


"Yah ... Mama harus melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. Jadilah anak yang baik di rumah, oke? Kamu bisa menghubungi Mama jika Kamu ada masalah."


"Berapa hari Mama akan pergi perjalanan bisnis?"


"Mama tidak yakin..."


Karena ini tergantung pada waktu pemulihan Pak Presiden.


"Tapi, Mama akan merindukanku, kan? Aku merindukan Mama sekarang." Olvi berkata dengan suara yang manis, tapi anak itu tampak tak bahagia.


Olivia merasa kehangatan yang tak tertahankan, ia mulai merindukan Olvi begitu ia meninggalkan anak itu.


...—oOo—...


Olivia merawat Alio sepanjang malam, ia belum yakin sampai akhirnya ia memastikan bahwa demam Alio sudah turun saat matahari mulai terbit. Olivia sangat mengantuk dan tertidur di samping tempat tidur.


Alio membuka matanya, sedikit menolehkan kepalanya dan menemukan Olivia tidur di sampingnya.


Apakah dia yang merawatku sepanjang malam?

__ADS_1


Jelas, Olivia kelelahan dan tidur seperti itu. Wanita itu sangat imut dengan wajah putihnya yang lembut saat berbaring di atas tangannya sendiri.


Wajah Olvi mirip dengan Alio, tapi kelucuan Olvi sangat mirip dengan Olivia.


Alio menyentuh wajah wanita itu sedikit dengan ujung jarinya, sentuhan lembut membuat pria itu sulit untuk berpisah darinya.


Pria itu tak bisa menahan diri untuk membelai dari alis Olivia yang halus lalu turun ke hidung mungilnya dan kemudian turun lagi ke … bibir merah lembut wanita itu dengan jari-jarinya yang panjang, Alio menyentuhnya dengan lembut.


Terakhir kali Alio mencium Olivia adalah lima tahun yang lalu dan sekarang bibir itu masih terlihat segar dan manis seperti dulu.


Alio menyipitkan matanya.


Pada saat ini, Olivia tampaknya terganggu oleh sentuhan Alio dan wanita itu menggeliat tak nyaman.


Alio sedikit kaget, ia memiliki insting untuk menarik kembali tangannya. Namun, pria itu gagal karena dirinya sangat terluka.


Jadi…


Saat Olivia bangun, jari-jari Alio masih di bibir Olivia.


Olivia merasa gatal di bibirnya, alam bawah sadarnya terusik akan sesuatu, saat Olivia benar-benar terbangun, ia menyadari kalau itu adalah jari Alio.


Hah?

__ADS_1


Olivia menatap mata Alio dan mendapati kalau pria itu sedikit malu, Alio menjadi gugup dan kemudian bergegas menarik tangannya.


"Apa yang terjadi … padaku?" ucap Olivia sambil memegang bibirnya dan melihat ke arah tangan pria itu.


"Tidak ada." Alio berusaha tampak biasa dan kembali dengan wajah dingin, lalu samar-samar berkata. "Ada sesuatu di bibirmu."


"Ahh, ummm ok." Olivia mengerti.


Olivia benar-benar percaya dan tak terlalu memperdulikannya, kemudian Olivia membungkuk dan meletakkan tangannya di dahi Alio dan merasakan suhu tubuh normal.


Wanita itu menghela napas panjang dan berkata. "Syukurlah, tidak demam lagi. Apakah kamu lapar? Apakah kamu haus? Aku sudah membuat bubur untukmu, aku akan mengambilkannya untukmu sekarang."


Tak menunggu Alio menjawab, Olivia bangkit dan berjalan keluar.


Alio menatap sosok Olivia yang sibuk itu cukup lama sampai pintu ditutup dan wanita itu menghilang dari pandangannya sepenuhnya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2