
Sepertinya, Alio sangat puas dengan tamparan itu dan itu membuat Olivia semakin marah, lalu mengamuk.
"Turunkan saya di depan situ! Saya nggak mau pulang ke kediaman Wilson bersama Anda!"
Walaupun Olivia tidak mati karena virus, ia mungkin akan mati karena darah tinggi.
Alio mengabaikan perkataan Olivia—hanya melirik wanita itu dengan ekspresi dingin—sambil menyilangkan kakinya dengan ekspresi kesal.
Olivia merasa sedih saat ini, ia tak mau merepotkan Yuta sama sekali.
Kalau waktu itu Olivia dalam keadaan sehat dan sadar, ia akan meninggalkan apartemen Yuta lebih dulu maka ia tak akan ditampar oleh Julia.
Sekarang, setelah Julia, kenapa Alio juga melampiaskan amarahnya padaku? Terlebih lagi aku tidak menyinggung perasaannya!
Semakin Olivia memikirkannya, semakin ia merasa kesal. Lalu, Olivia memutuskan untuk membuka pintu mobil.
Alio mengerutkan keningnya—saat melihat Olivia hendak membuka pintu. "Apa yang kau lakukan?"
"Suruh Arnold menghentikan mobil ini sekarang juga!" teriak Olivia marah.
"Kau gila, ya!?" balas Alio berteriak dan tidak kalah galak.
__ADS_1
Olivia tiba-tiba membuka pintu, ia pindah ke dekat pintu—bersiap untuk melompat.
(WARNING ⚠️ Adegan berbahaya, jangan ditiru!)
Alio tiba-tiba deg-degan hingga saat angin dingin bertiup, ia segera menarik Olivia kembali dengan sekuat tenaga.
"Olivia, kau! Kau mau mati? Ini sudah yang kedua kalinya!" Alio meraung dengan tatapan murka.
Sementara itu, dokumen yang Alio pegang tadi terlempar kemana-mana dan berjatuhan.
Selembar kertas yang sangat tajam terbang—menggores wajah Olivia hingga menggeluarkan sedikit darah segar
Wajah Alio semakin dingin, ia menatap Olivia seolah-olah akan memakan wanita itu hidup-hidup.
"Kau menangis?" tanya Alio kaget, suaranya tidak lembut sama sekali. Hari ini, Alio sangat kesal karena Olivia lagi dan lagi!
Olivia tak mengatakan apapun dan ia hanya melepaskan tangan pria itu dari tangannya dengan ekspresi kesal.
Saat Olivia melihat pergelangan tangannya sendiri—kulit putihnya sekarang memerah.
Sekarang mereka berdua saling mendiamkan, satu sama lain.
__ADS_1
Olivia sebenarnya tak sebodoh dan seberani itu! Ia hanya ingin menakut-nakuti Alio.
Olivia juga tidak berani melompat dari mobil, karena ada begitu banyak mobil dan di luar juga gelap.
Terlebih lagi, meski Olivia mengatakan tak mau pulang ke kediaman Wilson bersama Alio, wanita itu sadar kalau itu hanya karena emosi semata.
Kemana Olivia bisa pergi kalau ia tak pulang ke kediaman Wilson sekarang? Apalagi, Olivia adalah orang yang harus dikarantina.
Jadi, sepanjang perjalanan, Olivia dan Alio tidak ada yang mau mengalah dan hanya saling diam satu sama lain.
Hingga mobil berhenti di depan kediaman Wilson sampai seseorang datang dengan hormat untuk membuka pintu.
Olivia turun lebih dulu sambil mengenakan masker, tetapi kaki dan tubuhnya masih lemas.
Bahkan, saat angin bertiup, Olivia merasa seperti ia akan pingsan kapan saja.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~