Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 341


__ADS_3

Hembusan nafas pria itu semakin dekat, serta tatapannya yang sangat bergairah, membuat Olivia kebingungan, dan ia tak tahu harus berbuat apa?


"To-tolong mundur...," pinta Olivia sambil mendorong tubuh Alio menjauh.


Tempat ini, bukan tempat yang pantas—untuk perilaku seperti ini!


Di tempat ini, banyak maid yang sedang sibuk beraktivitas.


Namun, Alio tak bergeming—tangan pria itu masih menahan pegangan tangga di kedua sisi Olivia—agar menahan wanita itu tetap diam di tempat!


Lalu, Alio pun memberi perintah dengan tegas. "Tinggalkan kami berdua saja!"


Semua maid pun mengerti perintah Alio dan mereka semua meninggalkan ruang tamu dengan sigap.


Olivia tak nyaman dengan situasi ini dan ia merasa kalau Alio sudah kelewatan!


Namun, Alio sama sekali tidak peduli ... dengan perasaan Olivia! Dan Alio terus menatap Olivia dengan tatapan bergairah.


"Apa maksudmu?" tanya Olivia langsung, ia merasa sangat kesal pada Alio.


Setelah para maid pergi—Olivia semakin merasa tak aman.


Lalu, Olivia menundukkan kepalanya dan bersandar pada pegangan tangga.

__ADS_1


Tiba-tiba, Alio berkata, "Aku takkan bertunangan dengan wanita itu."


Olivia sangat terkejut dan ia meragukan pendengarannya sendiri.


Olivia mendongak—melihat tatapan Alio yang mengarah padanya disertai dengan senyum di bibir pria itu.


"Perlu ku ulangi lagi?" tanya Alio dengan suara rendah dan masih menatap Olivia.


"Iya...," balas Olivia mengangguk—masih sulit percaya—dengan apa yang barusan ia dengar.


Namun, tanpa diduga Alio membungkuk lalu mencium daun telinga Olivia.


Hembusan nafas Alio yang terasa hangat itu—berhasil membuat Olivia merinding.


Lalu, Alio mengulangi perkataannya dengan tegas, "Aku, takkan bertunangan dengannya! Jadi, ingatlah baik-baik, Olivia!"


Kini, suara Alio terdengar jelas ditelinga Olivia—bahkan, sangat jelas!


Namun, Olivia masih tidak mengerti, mengapa Alio mengatakan padanya kalau takkan bertunangan dengan Angela Scarlett tanpa alasan yang jelas.


Namun, sebelum Olivia dapat mencerna semuanya, ciuman Alio datang lagi.


Namun, kali ini, Olivia tak menolaknya dan juga ia tak memiliki kekuatan untuk menolaknya.

__ADS_1


Olivia hampir dibuat kehabisan oksigen karena ciuman itu dan ia tak tahu sudah berapa lama waktu berlalu.


Tak lama kemudian … mereka pun akhirnya melepaskan ciuman mereka!


Namun, hasrat masih terpancar dari mata Alio, sementara lengan Olivia masih berada di leher pria itu.


Saat Olivia sadar, ia segera menarik tangannya yang sebelumnya berada di leher pria itu!


"A-aku akan ke atas dulu," ucap Olivia dengan suara rendah lalu ia menjilat bibirnya yang sedikit bengkak.


Setelah itu, Olivia pun melarikan diri dari Alio. Walaupun sudah berada di lantai atas, detak jantung Olivia masih berdebar sangat kencang dan tak karuan.


Pikiran Olivia kacau balau dan tiba-tiba—Olivia teringat dengan Alio yang mengatakan kalau ia takkan bertunangan. Dan saat itu juga, Olivia teringat dengan kisah—ibu tirinya, yang menjualnya lima tahun lalu.


Olivia bahkan tak tahu, bagaimana perasaannya saat ini. Apakah ia merasa senang ataukah merasa sedih. Semuanya terjadi terlalu tiba-tiba, hingga membuat Olivia merasa kewalahan.


— Bersambung —


...***...


...Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~...


...Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!...

__ADS_1


...Thankyou so much and see you next chapter~...


__ADS_2