
Apa yang harus Olivia lakukan? Mereka berdua telah memperlakukannya seperti ini, apalagi di masa depan pria itu akan menikah dengan Nona Scarlett.
Ketika waktu itu tiba, mereka bertiga akan menjadi keluarga sungguhan yang sempurna, sementara Oliva …
Memikirkan hal itu, suasana hatinya tiba-tiba menjadi buruk. Sejenak, Olivia memandang Alio dan putranya yang sedang mengobrol dengan riang, kemudian ia bangkit dan bersiap untuk pergi diam-diam.
Tapi tiba-tiba…
"Mama!" Olvi memanggilnya, membuat Olivia menoleh ke arah sumber suara.
"Papa sudah berjanji padaku akan tidur bersamaku malam ini di sini." Olvi mengatakannya dengan sangat gembira.
"Oh ya?" Olivia melirik Alio dan berpikir bahwa mereka berdua memang harus menghabiskan family time bersama.
"Jadi mama harus berjanji, kalau mama akan tidur denganku juga malam ini." Olvi langsung memintanya dengan wajah polos dan penuh harapan.
Olivia terdiam, ia ingin menolak tapi takut menyakiti perasaan putranya. "Bagaimana? Disini hanya ada satu tempat tidur dan juga … tidak ada sofa. Lebih baik mama tidur di…"
__ADS_1
Perkataan Olivia terhenti saat putranya memandangnya dengan tatapan getir. "Kenapa anak-anak lain selalu bisa tidur bersama Papa dan Mama mereka? Sementara aku yang paling menyedihkan … karena hanya memiliki salah satu dari kalian. Dan juga..."
Olvi menghela nafas dengan hidungnya yang kecil saat mengatakan hal ini, setelah itu ia melanjutkan kalimatnya dengan nada terisak. "Jika Papa menikah dengan wanita lain … hari dimana kalian berdua menemaniku tidur … tidak akan pernah ada."
Olvi langsung menyerang keduanya menggunakan senjata andalannya yaitu, tangisan! Sembari berharap keduanya akan tersentuh.
Mendengar kata-kata Olvi yang terputus-putus, Olivia merasa sangat bersalah.
Benar, selama beberapa tahun terakhir, mereka berdua belum menjadi orang tua yang baik untuk Olvi dan telah berhutang banyak padanya.
Tapi Olivia tak bisa menjawab permintaan Olvi dengan mudah, bagaimana bisa ia dan pria itu tidur bersama di tempat yang sama?
Namun, tak sesuai harapan! Alio meliriknya dan berkata. "Ya, kami setuju."
"Apa?!" Olivia syok bukan main, ia tak mempercayai pendengarannya dan menatap pria itu dengan mata melotot.
Alio meletakkan Olvi dari pangkuannya, ia bangkit dan berkata dengan suara lembut. "Kamu tidur dulu, Papa akan mandi dan kembali lagi nanti."
__ADS_1
"..." Mata Olivia membulat sempurna dan hampir keluar karena perkataan pria itu, ia tiba-tiba merasa takut dan segera mengejar Alio dengan cepat.
Saat Olivia berjalan keluar dari ruangan, ia menyamakan langkahnya dengan Alio dan berkata dengan suara pelan namun protes. "Pak Presiden, bagaimana Anda bisa...?"
"Bukankah sebelumnya kita pernah tidur bersama?" Alio meliriknya dengan wajah tenang.
Langkah Olivia seketika terhenti saat mendengar itu, kemudian Alio pergi menjauh dari pandangannya.
Masih dalam keadaan terkejut, tak lama setelah pria itu pergi Olivia diseret putranya ketempat tidur yang tak terlalu luas.
Bagaimana pria itu bisa mengatakan kalimat 'Bukankah, sebelumnya kita pernah tidur bersama?' begitu santainya dan percaya diri?!
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~