Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 202


__ADS_3

'Cemburu? Apakah aku cemburu?' batin Olivia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Olivia, aku ingin bertanya," ucap Rena dengan sangat hati-hati.


"Silakan saja," balas Olivia, lalu menatap Rena.


"Apa kamu baik-baik saja, setelah mendengar berita kalau pria itu akan menjadi milik wanita lain atau malah sebaliknya?" tanya Rena pada Olivia dengan tatapan serius.


Setelah mendengar itu, Olivia hanya diam saja lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Jika itu alasanmu pergi, maka itulah jawaban yang kamu cari…," jelas Rena lalu ia menghela nafas.


"Olivia, andai saja kamu bukan sahabatku, aku pasti akan menyuruhmu tetap bertahan walau kamu tersakiti."


"Meski tanpa status, aku yakin semua wanita di luar sana pasti menginginkan hal itu, kan?"


Rena tidak menunggu waktu Olivia membalas perkataannya, lalu melanjutkan perkataannya.


"Sebagai sahabatmu, aku hanya bisa bilang ... sebaiknya, jangan jatuh cinta dengan pria itu."


"Pria itu hanya akan membuatmu kecewa dan kamu hanya akan menyakiti dirimu sendiri!"


Olivia tidak mengatakan apapun, jadi Rena tak tahu apa yang sedang Olivia pikirkan.


Dan sebagai seorang sahabat, hanya itu yang bisa Rena lakukan.


Air di dalam panci pun sudah mendidih, Rena pun mengeluarkan mie, lalu memasukkannya ke dalam panci.


Sedangkan Olivia, dia menggoreng telur tanpa mengatakan sepatah katapun.

__ADS_1


Selama beberapa saat, hanya ada keheningan diantara mereka berdua. Tak ada satupun dari mereka yang berbicara satu sama lain.


...—oOo—...


Di sisi lain.


Alio tidak bisa pulang malam ini karena harus terjebak di ruangan kerjanya bersama dengan dokumen-dokumen yang menggunung.


Ada banyak sekali pekerjaan menumpuk yang harus Alio selesaikan dalam tenggat waktu.


Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan pria itu masih duduk dimeja kerjanya sambil membaca dokumen.


Saat membaca dokumen, ia mulai kehilangan fokusnya karena kejadian siang tadi.


Saat Alio mengirim seseorang untuk meminta Yuta menerjemahkan beberapa dokumen, dan saat itulah Alio baru mengetahui kalau pria itu sudah cuti selama dua hari berturut-turut!


Mereka berdua pasti sangat menikmati waktu bersama, batin Alio dan merasa sangat kesal.


Alio pun menyingkirkan dokumen yang tadi ia kerjakan lalu berdiri dari tempat duduknya.


Alio berjalan menuju balkon, lalu menyalakan sebatang rokok dan merokok.


Sambil menatap langit berbintang yang begitu indah, Alio tenggelam di dalam pikirannya dan entah kenapa, ia merasa sangat hampa.


Apa wanita itu sudah pulang dan tidur? batin Alio bertanya.


Tiba-tiba, hp Alio berdering, Alio mengalihkan pandangannya tapi tidak langsung menjawab panggilan telepon itu.


Dalam kegelapan malam, cahaya dari layar hp Alio berkedip-kedip dan sangat menyilaukan.

__ADS_1


Hanya beberapa orang saja, yang mengetahui nomor hp Alio, termasuk Olivia.


Saat hp Alio berdering yang kelima kalinya—ia pun mematikan rokok lalu mengambil hpnya.


Namun, ketika Alio melihat nama yang tertera di layar hpnya, ekspresinya langsung berubah menjadi semakin dingin.


Itu bukan telepon dari Olivia, yang Alio tunggu dari tadi! Melainkan, dari saudari kembarnya—Alea Wilson!


"Pasukan Night Owl sudah memasuki negara," lapor Alea setelah Alio menjawab teleponnya.


...—oOo—...


Keesokan harinya.


Alio tidak bisa tidur dengan nyenyak karena ia terlalu memikirkan Olivia.


Sambil menikmati pemandangan sunrise dari balkon—Alio mengambil hp dari saku celana.


Lalu, Alio memainkan hpnya selama beberapa detik kemudian menelpon kediaman keluarga Wilson.


"Halo, dengan kediaman Wilson disini, silakan sebutkan keperluan Anda."


Terdengar, suara Sebas datang dari seberang telepon.


— Bersambung —


***


***Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya*** :)

__ADS_1



***Thankyou so much and see you next part***~


__ADS_2