
Olivia mengangguk dan mempercepat langkahnya untuk mengejar Yuta.
Saat ia hendak masuk ke dalam mobil, Yuta menyerahkan tas belanjaannya. "Ini milikmu, simpanlah."
Sebenarnya, Yuta tahu untuk siapa kemeja itu dibeli. "Ini milikmu sekarang," ucap Olivia tak disangka.
"Hah? Milikku?" balas Yuta mengerinyitkan alisnya.
"Iya, kamu baru saja membayarnya, kan?"
"Aku tahu itu hadiah yang kamu pilih untuk orang lain, kamu bisa memberikannya padanya," ucap Yuta tetap memberikan tas belanjaan itu.
Olivia tak mengatakan apa-apa, ia masuk ke dalam mobil Yuta dan meletakkan tas belanja itu di kursi belakang.
Melihat Yuta menatapnya, Olivia menyeringai dan berkata. "Aku tidak akan memberikan ini padanya."
Yuta menatap Olivia dengan ekspresi bingung.
Olivia mengangkat bahu dan tertawa. "Apa yang harus aku lakukan dengannya? Lebih baik mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' daripada memberikan kemeja padanya dan itu tidak akan menyebabkan kesalahpahaman."
Kesalahpahaman.
Yuta merenungkan kata ini dan ingin mengajukan lebih banyak pertanyaan, tapi saat ia melihat wajah cemberut wanita itu, Yuta membuang keraguannya dan tertawa. "Kalau begitu aku bisa menganggapnya sebagai hadiah darimu, kan?"
"Tentu saja, hadiah untuk berterima kasih karena mengajakku mengunjungi ayahku, bagaimana dengan itu?"
__ADS_1
Yuta tersenyum. "Kalau begitu aku tidak akan menolaknya."
...—oOo—...
Mereka menuju ke Rumah Sakit dengan mobil Yuta.
Dan musik mellow diputar di dalam mobil, Olivia duduk di samping pengemudi sambil merenung.
Wanita itu tetap diam untuk waktu yang lama dan hanya melihat keluar jendela sambil larut dalam pikirannya.
Bagaimanapun, Yuta berharap kalau perjalanan mereka bisa sedikit lebih jauh, lebih baik lagi kalau ... mereka bisa tetap seperti ini seumur hidup.
Sambil mendengarkan musik, adegan kenangan yang terjadi beberapa tahun yang lalu melintas di pikiran Yuta dan pria itu tak bisa tak menatap Olivia dengan penuh kasih sayang.
Tiba-tiba...
Sebuah truk dari arah berlawanan membunyikan klakson.
Yuta segera menoleh dan melihat truk itu melaju keluar jalur dari depan dengan kecepatan tinggi dan langsung menuju Olivia yang sedang duduk di kursi penumpang.
Olivia sangat panik sehingga ia menjadi blank dan tak tahu harus berbuat apa. Kemudian, suara pengereman yang tajam berbunyi, Yuta membelokkan setir ke kiri dengan sekuat tenaga, sehingga...
BRAK!!
Truk menabrak kursi pengemudi dengan keras.
__ADS_1
Mobil terlempar dan Olivia terbang keluar dari mobil, tapi ia sebenarnya diselamatkan oleh Yuta dari kematian.
Olivia melihat ke arah dalam mobil yang rusak.
"Yuta!"
"Yuta, apakah kamu baik-baik saja!?" teriak Olivia dengan suara dan tubuh yang bergetar.
Wanita itu mengabaikan cederanya dan tertatih-tatih melangkah menuju kursi pengemudi.
Airbag itu menggembung, tempat Yuta pingsan dengan posisi miring, wajah pria itu berlumuran darah dan tampak menakutkan.
"Yuta, bertahanlah! Kamu harus bertahan! Aku akan memanggil ambulans sekarang!" ucap Olivia dengan suara serak dan ia panik mencari-cari handphonenya.
Betapa bodohnya kamu, Yuta! Kamu bisa saja aman dan selamat, tapi untuk menyelamatkanku, kamu mempertaruhkan nyawamu sendiri!
Sekitar 10 menit kemudian, suara ratapan dari sirene ambulans terdengar dan para staf medis darurat bergegas untuk membantu Yuta yang terluka dan mengangkatnya ke tandu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~