Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 393


__ADS_3

Alio terdiam cukup lama, lalu bicara lagi, "kalau begitu, orang-orang suruhanku akan langsung menjemputmu ke apartemenmu," ucap Alio terdengar sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Alio merasa bersalah karena salah paham, ternyata Olivia tak meninggalkannya seperti yang ia kira.


...—oOo—...


Beberapa menit kemudian…


Sesampainya di apartemen, Olivia melihat Rena tengah memegang pakaian Olvi dan siap-siap memandikan anak itu.


"Eh, kamu sudah pulang?" tanya Rena kaget saat melihat Olivia, lalu tersenyum penuh arti. "Aku kira kayak kemarin lagi, hari ini kamu nggak akan pulang."


Olivia tersenyum kecil, lalu mengambil pakaian anaknya dari tangan Rena, "aku aja yang mandiin Olvi."


"Kenapa?" tanya Rena heran saat ngeliat Olivia. "Kamu kelihatan capek banget. Belum makan, ya?"


Olivia yang tengah banyak pikiran mengangguk berat, lalu ia menjawab, "nggak nafsu."


Setelah mendengar itu, Rena langsung menatap Olivia dengan tatapan bingung. "Apa? Nggak nafsu kamu bilang? Kok bisa? Kamu, kan, nginap di hotel bintang tujuh dan makanannya terkenal enak banget?"


"Ya, gitu deh … entah kenapa aku nggak nafsu makan aja," jawab Olivia sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


"Terus, habis ini kamu mau pergi lagi?" tanya Rena lagi.


"Iya. Aku mau bawa Olvi sekalian, dari kemarin dia terus-terusan minta ketemu sama papanya," ucap Olivia, lalu memanggil sang putra. "Olvi, Sayang!"


Rena terlihat agak khawatir, "kalau kamu bawa dia ke sana, nggak akan timbul masalah baru, kan?"


"Kamu tenang saja, Ren. Alio jadi sangat waspada sejak kasus terakhir kali, dan para awak media pasti nggak bakal bisa dapetin apa-apa."


"Yeah, bener juga. Kemampuan mereka buat ngatasin awak media emang keren banget sih," ucap Rena merasa lega.


Olvi yang mendengar panggilan Olivia langsung berlari kecil menghampiri sang ibu, "malem-malem gini kita mau kemana, Ma?" tanyanya penasaran.


"Bukannya kamu terus-terusan merengek minta ketemu sama Papamu?" jawab Olivia dengan lemah lembut.


"Iya, Sayang," balas Olivia sembari mengelus kepala sang putra dengan lembut.


"Pasang sepatumu dan tunggu di luar, oke? Mama mau ngambil barang-barang kamu dulu," lanjut Olivia.


Olivia menatap wajah polos anak itu sambil tersenyum getir, lalu pergi ke kamar sang putra.


Sesampainya disana, Olivia pun memasukkan buku-buku sang putra ke dalam tas sekolah anak itu.

__ADS_1


Saat Olivia sedang memasukkan buku pelajarannya, ada satu buku gambar yang terjatuh ke lantai dan terbuka.


Di buku gambar itu, ada gambar tiga orang yang kurang rapi yang tersenyum, di depan rumah. Gambar itu terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak kecil.


Meskipun Olvi kurang jago menggambar, tapi keliatan banget anak itu, berusaha keras dan dibawah gambar itu ada tulisan miring menggunakan pensil.


Keluarga kecil Olvi.


Olivia yang melihat itu, hanya bisa tersenyum getir dan perasaannya saat ini sangat campur aduk.


Dulu, sebelum Olivia dan juga Olvi bertemu dengan Alio, di buku gambar Olvi cuma ada gambar mereka berdua.


Namun sekarang, Alio datang dan bikin semua impian Olvi tentang punya ayah, menjadi nyata!


Makanya Olvi sayang banget sama Alio dan ia merasa dekat banget sama ayahnya itu. Apalagi, beberapa hari terakhir ini, Olvi ngerengek buat ketemu sama Alio dan keliatan banget betapa kangennya anak itu dengan sosok ayahnya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2