Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 13


__ADS_3

Olivia langsung keluar dengan terburu-buru untuk mencari Olvi, tetapi ia tak menemukan jejak putranya dimana-mana!


Kemana Olvi pergi? batin Olivia semakin khawatir.


Dengan cepat Olivia mengambil handphonenya dan bergegas menelepon ayahnya untuk meminta bantuan.


"Olivia, apakah kamu sedang mencari anakmu?"


Tiba-tiba ... Olivia mendengar suara seorang wanita datang menghampirinya, itu adalah Elisa—tetangganya.


"Iya, kamu lihat anak aku Olvi, Lis?" Olivia balik bertanya.


Elisa mengangguk. "Hm, baru aja tadi aku bertemu Olvi," jawabnya.


Olivia yang hampir menelpon ayahnya langsung mengurungkan niatnya, ia merasa agak lega karena tiba-tiba bertemu dengan penyelamatnya.


"Benarkah? Dimana kamu bertemu dengan anakku, Lis?" tanya Olivia dan tanpa sadar menggenggam kedua tangan Elisa.


"Aku melihat Olvi digendong dan dibawa sama orang-orang yang memakai setelan jas hitam."


"Apa!?"


Olivia terkejut bukan main, kemudian ia langsung pergi dengan sangat tergesa-gesa sehingga lupa mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


Apakah Olvi diculik? Tapi ... kenapa? Sekarang, aku bukanlah apa-apa tanpa keluarga Stein. Kenapa dia mengambil satu-satunya yang berharga dalam hidupku?


...-oOo-...


Olivia mempercepat langkahnya dan mencari Olvi di sekitar area komplek apartemen.


Lalu, Olivia melihat ada lima buah mobil mewah berwarna hitam yang berhenti dan berjajar dengan rapi.


Hal itu berhasil menarik perhatian banyak orang.


Warga sekitar yang tak pernah melihat mobil mewah, terus-menerus berdatangan hanya untuk melihat pemandangan langka tersebut.


Rasanya ... mereka ingin sekali mencoba mengendarai mobil itu!


"Olivia … putramu! Tadi aku melihat putramu dibawa masuk ke dalam mobil yang itu!" seru wanita paruh baya yang juga tetangganya Olivia—sambil menunjuk ke arah mobil mewah yang ketiga.


Tanpa pikir panjang, Olivia langsung pergi menuju mobil itu. Namun, dua pria berjas hitam dan berbadan besar langsung menghalangi jalannya.


"Nona, silahkan mundur! Anda tidak boleh mendekati area ini."


"Apa!? Kalian menculik anakku! Kembalikan anakku sekarang juga atau aku akan menelpon polisi dan melaporkan kalian semua!" ancam Olivia lalu menunjukkan handphonenya.


Namun, kedua pria berjas hitam itu terlihat tak takut sama sekali dan malahan mereka berdua terlihat tenang-tenang saja.

__ADS_1


Lalu, salah satu diantara pria itu membuka mulutnya dan berbicara dengan ekspresi datar. "Tuan menginginkan anaknya kembali dan itu tidak melanggar hukum apapun, Nona."


"A-apa? A-anaknya!?" Olivia yang sangat terkejut kala itu langsung terdiam sejenak.


Apakah pria itu adalah bajingan lima tahun yang lalu? Berarti, mereka ini adalah orang-orang suruhan pria itu!? batin Olivia lalu menatap tajam ke arah dua orang pria di hadapannya.


Olivia tak akan pernah bisa melupakan kejadian yang menimpanya lima tahun yang lalu ... kejadian yang sudah menghancurkan hidupnya!


Kemudian, Olivia melirik ke arah mobil ketiga dan ia melihat kaca mobil itu diturunkan, tapi tak diturunkan sepenuhnya.


Saat ini, posisi Olivia berdiri lumayan jauh dari mobil tersebut, jaraknya dengan mobil itu sekitar ± 15 meter.


Saat kaca mobil diturunkan, dari kejauhan Olivia melihat ada seorang pria yang duduk di kursi penumpang.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2