Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 335


__ADS_3

"Dulu, dia pernah bilang, kalau dia akan menikahi wanita yang dicintainya, tapi aku tak pernah melihat dia menggelar pesta pernikahan dan tiba-tiba saja dia sudah menikah."


"Bahkan, aku tak pernah melihat bagaimana rupa istrinya? Dan saat Alea bilang ingin bertemu dengan istrinya, dia selalu bilang nanti, kalau ada kesempatan," jawab Alio menjelaskan panjang lebar pada Olivia.


Sungguh aneh, batin Olivia yang tiba-tiba merasa khawatir dengan Rena.


Mencintai pria yang sudah menikah itu—tentu saja nggak baik.


"Bagaimana denganmu? Bagaimana kau bisa kenal dengan Nyonya Obella, bahkan sampai makan malam bersama?" tanya Alio.


"Pertama kali kami bertemu di pesta lelang amal dan hari ini kami kebetulan bertemu lagi. Tapi, apakah Nyonya Obella sakit parah?" tanya Olivia setelah tersadar.


Alio tidak menjawab, tapi malah berkata, "Kau terlihat sangat peduli pada Nyonya Obella."


"Entah kenapa, saat aku melihat perjuangan beliau yang mencari anaknya yang hilang, aku merasa iba. Mungkin, karena aku juga seorang ibu," balas Olivia tulus.


"Anaknya yang hilang?" tanya Alio yang terlihat sangat terkejut. "Sampai sekarang … aku tidak pernah mendengar kalau Nyonya Obella sudah menikah, apalagi punya anak. Apakah kau yakin?"


"Benarkah? Katanya, setelah anak beliau lahir, beliau dipisahkan dari anak beliau. Jadi, mungkin…," ucap Olivia berpikir sejenak, lalu suaranya berubah jadi lebih pelan. "Mungkin … beliau sama sepertiku, seorang ibu tunggal."


Alio menatap tajam ke arah Olivia. Sebagai seorang ibu tunggal, Olivia pasti sudah melewati banyak penderitaan selama ini.

__ADS_1


Waktu itu, perlakuan Julia dan Jesi terhadap Olivia, menjelaskan segalanya, bagaimana Olivia diperlakukan selama ini.


Melihat Olivia yang sangat menyedihkan, membuat Alio merasa iba. Dan saat itu, Alio ingin memeluk Olivia dengan penuh kasih sayang yang pantas wanita itu terima.


Mobil terus melaju sampai Alio bertanya lagi. "Apakah, Nyonya Obella pernah menyebutkan berapa umur anaknya yang hilang?"


Olivia menggelengkan kepalanya, "beliau nggak memberitahuku soal itu,"


"Karena beliau terlihat sangat sedih, aku nggak bisa bertanya banyak hal...," lanjut Olivia lalu menatap Alio. "Kenapa?"


"Bukan apa-apa, aku baru menduganya saja, tapi sebenarnya aku juga tidak begitu yakin," jawab Alio—masih fokus mengemudi.


"Beberapa tahun yang lalu … Nyonya Obella dan Omku, pernah menjalin hubungan asmara diam-diam. Mungkin saja … anak itu adalah anak Omku, tapi itu semua baru dugaanku saja dan belum tentu benar."


"Kalau begitu, bisakah kamu membantu Nyonya Obella mencari anak beliau yang hilang kalau ada waktu?" tanya Olivia—sangat berhati-hati dalam ucapannya.


"Hmm, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan," jawab Alio sambil menganggukkan kepalanya.


Lalu, Olivia pun tenggelam dalam pikirannya sendiri dan sempat berpikir sejenak sebelum berkata.


"Kamu bisa mengantarku pulang ke apartemenku. Dan kalau ada yang mau kamu bicarakan, kita bisa membicarakannya di sana."

__ADS_1


Sebenarnya, Olivia ingin memperjelas hubungannya dengan pria itu.


"Kamu baru saja mendonorkan darah, apakah kamu tak pusing?" tanya Alio tanpa memperhatikan topik pembicaraan sebelumnya.


"Iya, aku merasa sedikit pusing...," jawab Olivia, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Alio.


"Kau tidurlah sebentar saja, dan jangan banyak bicara! Aku akan membangunkamu, kalau kita sudah sampai!" perintah Alio, yang masih fokus mengemudi.


Olivia memang sedikit pusing dan ia tahu kalau Alio hanya akan melakukan apa yang ia inginkan.


Olivia tidak mengatakan apapun lagi karena sangat pusing. Lalu, ia menuruti saran Alio dan menutup matanya untuk beristirahat.


Terkadang, Olivia berpikir … bagaimana perasaan Alio terhadap dirinya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~


Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2