Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 172


__ADS_3

"Kau pikir … dengan perlindungan Pak Presiden, aku tidak berani padamu, hah? Lima tahun yang lalu kau itu tidur dengan pria tak dikenal hingga melahirkan anak haram dan menjadi aib keluarga Stein!"


"Julia!" teriak Rena marah, padahal Olivia yang telah dihina tapi rasanya seperti ia juga ikut terhina, karena ia sangat memahami perasaan sahabatnya itu.


Julia mengabaikan Rena dan melanjutkan. "Dan sekarang … dengan tidak tahu malunya kau berani menggoda Pak Presiden dan tunanganku Yuta! Dasar wanita tidak tahu diri!"


"Anjing siapa yang berani menggonggong di tempatku!?"


Tiba-tiba terdengar suara yang berat dan dingin hingga membuat semua orang yang ada di TKP langsung menoleh ke arah dimana suara itu berasal dan mereka semua pun melihat kedatangan Alio beserta orang-orangnya.


Alio berjalan di depan dengan ekspresi tak senang lalu melihat Olivia dan Julia secara bergantian.


Mata pria itu tertuju kepada Julia, tatapannya suram dan dingin seperti ingin membunuh orang!


Julia sangat ketakutan sehingga tak berani menatap mata Alio dan amarahnya yang tadi menggebu-gebu langsung hilang seketika digantikan dengan perasaan takut yang luar biasa!


"Pak... Pak Presiden," ucap Julia tergagap.

__ADS_1


Berlawanan dengan kepanikan Julia saat melihat kedatangan Alio, Olivia merasa sangat lega.


Kata-kata kasar yang diucapkan oleh Julia, membuat Olivia sangat marah hingga ia ingin menampar Julia.


Namun, begitu Olivia melihat kedatangan Alio, semua kemarahannya menghilang secara langsung.


"Arnold!!" panggil Alio sambil berteriak.


"Ya, Kak?" jawab Arnold cepat dan maju selangkah.


Alio berjalan menuju gazebo dan duduk tepat di samping Olivia, lalu detik berikutnya dengan santainya, Alio membawa Olivia ke pangkuannya sambil memeluk erat wanita itu.


Setelah itu, Alio pun bertanya pada Arnold dengan ekspresi yang sangat dingin. "Apa kau tahu, bagaimana cara berurusan dengan anjing liar yang suka menggigit orang sembarangan?"


Jantung Olivia berdebar kencang dan kini ... ia tak berani bergerak sedikitpun saat duduk di pangkuan pria itu.


Arnold pun mengangguk, lalu ia langsung menjawab pertanyaan Alio. "Menurut saya, anjing itu harus dicabut giginya. Maka, dia tidak akan bisa menggigit sembarangan lagi dan juga ia tak akan menggonggong lagi karena sudah kehilangan taringnya."

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Arnold, Julia langsung merinding dan melangkah mundur tanpa sadar, menunjukkan betapa takutnya dia.


Alio pun menoleh ke arah Dr. Lay lalu bertanya dengan ekspresi dingin. "Dokter Lay, apakah Anda bisa mencabut gigi anjing liar?"


"Ya, saya bisa. Bahkan, saya bisa melakukannya sekarang juga," jawab Dr. Lay cepat—membuat Alio menyeringai karena sangat puas dengan jawaban itu.


Julia yang sangat ketakutan pun langsung berlutut dan memohon ampunan pada Olivia.


"Kak Olivia, aku salah! Aku salah! Aku minta maaf! Aku sangat menyesal, tolong maafkan aku, Kak!" mohon Julia dengan tubuh gemetar.


"A-aku … tidak bermaksud menghinamu dan juga putramu, aku sangat cemburu … tolong! Demi cintaku pada Kak Yuta, tolong minta Pak Presiden untuk mengampuniku! Aku janji … aku berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi!"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2